Keistimewaan Bulan Ramadan Bagi Peningkatan Ketakwaan Umat Muslim

ILUSTRASI Keistimewaan Ramadan. (freepik)
ILUSTRASI Keistimewaan Ramadan. (freepik)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Ramadan merupakan bulan yang istimewa, semua orang sudah mengetahuinya, namun apakah keistimewaan dari bulan kesembilan dari penanggalan hijriah ini?

Belum banyak yang mengetahui, bahwa Ramadan memiliki banyak keistimewaan, di mana di dalamnya bisa memberikan banyak keberkahan bagi yang mengetahui dan menjalankannya.

Dilansir dari Buletin Kaffah, seorang muslim harus bersyukur jika Allah menyampaikan umurnya pada bulan Ramadan, karena itu artinya Allah memberinya kesempatan untuknya menabung banyak pahala.

Baca Juga:LINK DANA KAGET Spesial Ramadhan Berbagi Hingga Rp250.000 Khusus Untuk Hari iniAnggota Aplikasi WPONE Mengaku Masih Terima Bonus 62 Juta, Benarkah Bisa di-WD?

Salah satu keistimewaan dari Ramadan adalah adanya perintah untuk menjalankan ibadah puasa sebulan penuh, sebagaimana firman Allah SWT:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa, sebagaimana puasa itu telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa (TQS al-Baqarah [2]: 183).

Takwa sebagai buah dari pelaksanaan puasa Ramadhan adalah derajat yang istimewa. Sebabnya, ketakwaan adalah sebaik-baik bekal kehidupan di dunia bagi seorang Muslim dan bekal keselamatan di akhirat. Ini sejalan dengan firman Allah SWT:

وَتَزَوَّدُواْ فَإِنَّ خَيۡرَ ٱلزَّادِ ٱلتَّقۡوَىٰۖ وَٱتَّقُونِ يَٰٓأُوْلِي ٱلۡأَلۡبَٰبِ

Berbekallah kalian. Sungguh sebaik-baik bekal adalah takwa. Bertakwalah kalian kepada-Ku, hai orang-orang yang berakal (TQS al-Baqarah [2]: 197).

Imam Ibnu al-‘Arabi di dalam Kitab Ahkâm al-Qur’ân memberikan penjelasan atas frasa la’allakum tattaqûn (agar kalian bertakwa) dengan tiga penjelasan.

Pertama: Mukmin yang telah meraih derajat takwa akan terbentuk dalam dirinya sikap untuk selalu menjauhi perbuatan dan perkataan yang Allah haramkan, baik selama menjalankan puasa Ramadhan maupun setelah Ramadhan berakhir.

Kedua: Sesungguhnya ibadah puasa bukan ditujukan untuk melemahkan fisik, tetapi untuk melemahkan syahwat yang mengajak manusia pada kejahatan. Jika syahwat melemah, niscaya kecenderungan takwa akan menguat. Jika ketakwaan menguat, seorang Mukmin akan terdorong untuk selalu berbuat ihsân, beribadah kepada Rabb-nya dengan penuh keikhlasan, mencintai hukum-hukum Islam serta selalu bersemangat dalam menjalankan semua perintah Allah SWT dan Rasul-Nya.

Baca Juga:Anggota Aplikasi WPONE Sudah Siap Rugi Jika Terbukti SCAM atau PenipuanJangan Lakukah Hal ini, Atau Puasamu Bisa batal

Ketiga: Mukmin yang meraih takwa sebagai buah dari puasa Ramadhan juga akan selalu menjauhkan diri dari perbuatan meniru-meniru perilaku kaum kafir. Puasa adalah wahana untuk membentuk loyalitas hanya kepada Allah SWT, Rasul-Nya dan kaum Mukmin. Loyalitas inilah yang akan menghindarkan seorang Muslim dari upaya-upaya meniru-niru pemikiran, adat-istiadat dan peradaban kaum kafir yang bertentangan dengan Islam.

0 Komentar