Terkait makna takwa pula, Imam ath-Thabari, saat menafsirkan QS al-Baqarah ayat 183 di atas, antara lain mengutip Imam al-Hasan yang menyatakan, “Orang-orang yang bertakwa adalah mereka yang takut terhadap perkara apa saja yang telah Allah haramkan atas diri mereka sekaligus melaksanakan perkara apa saja yang telah Allah titahkan kepada mereka.” (Ath-Thabari, Jâmi’ al-Bayân li Ta’wîl al-Qur’ân, I/232-233).
Allah SWT menggambarkan karakteristik orang-orang yang bertakwa dengan beberapa sifat sebagaimana yang difirmankan di dalam al-Quran:
الٓمٓ . ذَٰلِكَ ٱلۡكِتَٰبُ لَا رَيۡبَۛ فِيهِۛ هُدًى لِّلۡمُتَّقِينَ . ٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡغَيۡبِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ يُنفِقُونَ . وَٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبۡلِكَ وَبِٱلۡأٓخِرَةِ هُمۡ يُوقِنُونَ
Alif Lâm Mîm. Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan di dalamya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang mengimani perkara gaib, yang mendirikan shalat, yang menafkahkan sebagian rezeki yang telah Kami anugerahkan kepada mereka, yang mengimani Kitab (al-Quran) yang telah diturunkan kepada kamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelum kamu; serta mereka meyakini adanya (kehidupan) akhirat (TQS al-Baqarah [2]: 1-4).
Allah SWT pun berfirman:
وَسَارِعُوٓاْ إِلَىٰ مَغۡفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمۡ وَجَنَّةٍ عَرۡضُهَا ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلۡأَرۡضُ أُعِدَّتۡ لِلۡمُتَّقِينَ . ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلۡكَٰظِمِينَ ٱلۡغَيۡظَ وَٱلۡعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلۡمُحۡسِنِينَ . وَٱلَّذِينَ إِذَا فَعَلُواْ فَٰحِشَةً أَوۡ ظَلَمُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ ذَكَرُواْ ٱللَّهَ فَٱسۡتَغۡفَرُواْ لِذُنُوبِهِمۡ وَمَن يَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ إِلَّا ٱللَّهُ وَلَمۡ يُصِرُّواْ عَلَىٰ مَا فَعَلُواْ وَهُمۡ يَعۡلَمُونَ
Baca Juga:LINK DANA KAGET Spesial Ramadhan Berbagi Hingga Rp250.000 Khusus Untuk Hari iniAnggota Aplikasi WPONE Mengaku Masih Terima Bonus 62 Juta, Benarkah Bisa di-WD?
Bersegeralah kalian meraih ampunan dari Tuhan kalian dan meraih surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik pada waktu lapang maupun sempit; orang-orang yang biasa menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain—Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan; (juga) orang-orang yang jika mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka segera mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosa mereka—siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah—dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sementara mereka mengetahui (TQS Ali Imran [3]: 133-135).
Ramadhan Bulan Istimewa
Ramadhan adalah bulan istimewa. Sebabnya, Allah SWT benar-benar menebarkan aneka kebajikan selama bulan ini. Banyak keutamaan yang ada dalam bulan suci ini. Di antaranya: Pertama, limpahan keberkahan dari Allah SWT bagi orang-orang yang menjalankan puasa, di antaranya berupa pintu-pintu surga yang dibuka dan pintu-pintu neraka yang ditutup. Rasulullah saw. bersabda:
قَدْ جَاءَكمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ وَتُفْتَحُ فِيْهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فِيْهِ أَبْوَابُ الْجَحِيْمِ وَتُغَلُّ فِيْهِ الشَّيَاطِيْنُ
Sungguh telah datang Bulan Ramadhan. Bulan yang diberkahi. Allah telah mewajibkan atas kalian puasa di dalamnya. Pada Bulan Ramadhan pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu (HR Ahmad).
