Retreat Kepala Daerah di Magelang, Momentum Strategis Percepat Pembangunan Kota Banjar

Wali Kota Banjar H Sudarsono (dua kanan) saat mengikuti Retreat di Magelang, baru-baru ini. (Foto Istimewa)
Wali Kota Banjar H Sudarsono (dua kanan) saat mengikuti Retreat di Magelang, baru-baru ini. (Foto Istimewa)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Retreat Kepala Daerah se-Indonesia yang digelar di Magelang dinilai sebagai momentum krusial bagi para pemimpin daerah untuk memperkuat kolaborasi dan menyusun agenda prioritas pembangunan.

Firman Nugraha SH CLA, Pemerhati pemerintah Kota Banjar, menekankan bahwa kegitan itu tidak sekadar memenuhi instruksi pusat, melainkan harus dimanfaatkan sebagai ruang strategis membangun jejaring, menjajaki peluang, serta mematangkan rencana kerja jangka menengah.

Dalam keterangannya, Kamis (27/2/2025), Firman menyoroti peran Wali Kota Banjar, H. Sudarsono, untuk aktif memanfaatkan forum nasional ini.

Baca Juga:Demi Wujudkan Pengembangan Koperasi, Kemenkop Ingatkan Lima Hal PentingProgram 3 Juta Rumah Siap Dieksekusi Investor Asing

“Retreat ini menghadirkan seluruh representasi pemerintahan, mulai dari kementerian hingga kepala daerah lain. Ini kesempatan emas bagi Pak Wali Kota untuk menjalin komunikasi intensif, baik dengan pemerintah pusat maupun daerah lain guna membawa proyek strategis ke Banjar,” ujarnya.

Firman mengingatkan, harapan masyarakat Kota Banjar terhadap perubahan pascapilkada 2024 sangat tinggi.

Selama kampanye, Wali Kota Sudarsono kerap menyuarakan komitmen perbaikan di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, pengangguran, hingga layanan kesehatan.  Namun, Firman mengingatkan, waktu lima tahun (2025-2030) terbatas untuk memenuhi semua ekspektasi.

“Pemerintah harus realistis. Lebih baik fokus pada 3-4 agenda prioritas yang benar-benar tuntas, ketimbang mengejar banyak program tapi hasilnya tak terukur,” tegasnya.

Ia mencontohkan, pembangunan pusat logistik berbasis digital atau revitalisasi pasar tradisional yang menyasar peningkatan UMKM bisa menjadi prioritas.

“Pemilihan agenda harus berdasarkan dampak luas dan urgensi. Misalnya, proyek yang membuka lapangan kerja atau mengurangi kemacetan,” tambahnya.

Firman juga menekankan pentingnya sistem evaluasi berjenjang. Setiap program prioritas, menurutnya, wajib dilengkapi progress report triwulanan yang transparan, sehingga masyarakat bisa memantau kinerja pemerintah.

Baca Juga:Cerita Tukang Sol di Cimahi yang Tetap Bertahan di Tengah Gempuran ModernisasiPeresmian Bank Emas Pertama di Indonesia, Presiden Berharap Jadi Dampak Positif Bagi Perekonomian

“Tanpa perencanaan detail dan tim yang solid, mustahil agenda besar bisa tercapai. Butuh sinergi antar-OPD, dukungan DPRD, dan partisipasi warga,” paparnya.

Retreat Kepala Daerah 2025 ini diharapkan menjadi titik tolak pemerintahan Sudarsono untuk mengonsolidasikan visi, menyusun peta jalan, dan menggalang dukungan pendanaan maupun teknis dari pusat. Sebagai daerah dengan APBD terbatas, kolaborasi dengan investor atau pemerintah provinsi dinilai kunci mewujudkan target tersebut.

0 Komentar