JABAR EKSPRES – Kembali, pemberitaan tentang kepala desa (Kades) di Kabupaten Bogor mencuri perhatian publik.
Setelah sebelumnya polemik ucapan Kades Gunung Menyan, Wiwin Komalasari, yang diduga menghina makanan kotak alias “Jomet”, kini sejumlah kades kembali disorot lantaran diduga menggunakan motor operasional desa untuk keperluan pribadi, termasuk jalan-jalan ke Baduy.
Beberapa foto yang beredar memperlihatkan kepala desa yang berboncengan menggunakan motor matic berplat merah yang diduga merupakan kendaraan operasional desa.
Baca Juga:Kirmir Jebol di Pasar Ancol, Pedagang Terdampak Menanti PerbaikanBongkar Atensi Dewan dalam Kasus Korupsi Bandung Smart City, Jaksa KPK Periksa Saksi Andri Fernando Sijabat
Namun, Sekretaris DPC APDESI Kabupaten Bogor, Didin, dengan tegas membantah bahwa kegiatan tersebut adalah sebuah touring.
“Itu bukan touring, masbro. Saya bingung kenapa teman-teman media justru membesar-besarkan ini. Jadi, kemarin itu adalah salah satu program APDESI, yaitu saba desa mandiri. Bukan touring, judulnya juga bukan touring, tapi saba desa kampung mandiri di Kampung Baduy,” kata Didin, Selasa (25/2).
Didin menjelaskan bahwa tujuan kegiatan tersebut adalah untuk belajar tentang keberhasilan Kampung Baduy, khususnya dalam sektor pariwisata dan pengelolaan pangan.
“Kami di sana diskusi dan berbagi pengetahuan tentang keberhasilan Kampung Baduy, terutama dalam hal pengelolaan sektor pangan dan pariwisata yang ternyata cukup luar biasa,” tutup Didin.
