Pada pandangan pertama, makan bersama 1.000 kastrol mungkin terlihat seperti sebuah tradisi biasa.
Namun, di balik hidangan ayam goreng, tahu, dan pete, terdapat filosofi mendalam mengenai kebersamaan yang bersifat egaliter.
Setiap kastrol dengan biaya per porsi lebih dari Rp10.000 menjadi simbol bahwa nutrisi fisik dan spiritual harus berjalan seiring.
Baca Juga:Ayah Rachmat Irianto, Bejo Sugiantoro Meninggal DuniaBanjir Rendam Dayeuhkolot Bandung Usai Hujan Deras, Warga Diminta Waspada
“Ini bukan hanya sekadar makan, tetapi juga merupakan sekolah kehidupan. Kami belajar untuk berbagi, mengelola logistik, dan menghargai setiap suapan nasi sebagai anugerah,” kata seorang santri. (CEP)
