JABAR EKSPRES – Dalam suasana meriah persiapan menyambut bulan suci, Kabupaten Ciamis memberikan makna yang lebih dalam melalui Tarhib Ramadan yang dilaksanakan pada Selasa (25/2/2025).
Acara ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan merupakan refleksi dari semangat kolektif 35.000 santri yang berasal dari 600 pondok pesantren yang berkumpul di Taman Alun-Alun Ciamis.
Mereka tidak hanya menjalin silaturahmi, tetapi juga meneguhkan komitmen terhadap isu kemanusiaan global dan literasi keagamaan, yang merupakan kombinasi antara spiritualitas, aksi sosial, dan visi kebudayaan yang sangat langka.
Baca Juga:Ayah Rachmat Irianto, Bejo Sugiantoro Meninggal DuniaBanjir Rendam Dayeuhkolot Bandung Usai Hujan Deras, Warga Diminta Waspada
Di balik gema lantunan salawat, rasa prihatin yang mendalam terhadap konflik di Gaza mengalir dengan deras.
Ketua Forum Silaturahmi Pondok Pesantren Ciamis, KH. Nonop Hanapi, dengan suara lembut namun penuh keyakinan menyampaikan bahwa umat Islam tidak boleh menyerah pada kepasrahan.
“Di balik dinding-dinding pesantren, kita masih dapat berjuang melalui doa yang tiada henti dan dukungan moral bagi saudara seiman di Palestina,” ujarnya pada Selasa(25/2).
Ia mengingatkan bahwa solidaritas tidak selalu harus berbentuk materi, tetapi melalui kekuatan doa dan kesadaran kolektif bisa menjadi senjata tak terlihat yang mampu mendorong perubahan.
“Acara ini dengan tegas menolak narasi yang menyatakan bahwa isu Palestina hanya menjadi tanggung jawab negara-negara besar. Sebaliknya, Ciamis menunjukkan bahwa komunitas lokal dengan jaringan pesantrennya dapat berfungsi sebagai ruang edukasi politik dan kepekaan global,” katanya.
Sekretaris Daerah Ciamis, Andang Firman Triyadi, mengungkapkan bahwa program ini juga mencakup pembagian kitab suci.
“Ini adalah strategi budaya. Dengan memastikan setiap santri memiliki akses ke Al-Qur’an, kita sedang menghubungkan tradisi pesantren dengan pembangunan sumber daya manusia yang unggul,” jelasnya.
Baca Juga:Bupati Bogor Minta Maaf dan Tanggung Jawab atas Insiden Viral, Janji Lakukan PembinaanMantan PM Inggris Tony Blair jadi Dewan Pengawas Danantara
Ia menambahkan, statistik buta huruf Al-Qur’an di Ciamis menjadi latar belakang dari gerakan ini. Andang menggambarkan visinya dengan sangat optimis.
“Bayangkan jika setiap santri membaca satu juz setiap hari setelah Subuh. Dalam beberapa tahun, Ciamis tidak hanya akan bebas dari buta aksara Al-Qur’an, tetapi juga dapat melahirkan qari yang dapat bersaing di tingkat internasional,” katanya.
