JABAR EKSPRES – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyampaikan permohonan maaf dan berjanji akan menindaklanjuti beberapa isu yang baru-baru ini viral di wilayah Kabupaten Bogor.
Pertama, terkait dengan dugaan tindakan kurang pantas yang dilakukan Kepala Desa (Kades) Gunung Menyan yang mencemooh nasi kotak dari panitia pada acara pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Bogor 2025-2030, Rudy Susmanto – Ade Ruhandi.
Kedua, tentang anggota APDESI yang diduga menggunakan kendaraan operasional desa untuk “touring” ke Kampung Baduy, Provinsi Banten.
Baca Juga:Mantan PM Inggris Tony Blair jadi Dewan Pengawas DanantaraGebrakan Dedi Mulyadi, Ubah Mercedes Benz Sprinter dari Kendaraan Dinas jadi Mobil Ambulans
Rudy menyatakan bahwa permasalahan yang saat ini mencuat di Kabupaten Bogor adalah tanggung jawabnya sebagai pemimpin.
“Apa pun yang terjadi di Kabupaten Bogor, itu adalah tanggung jawab saya,” kata Rudy dalam jumpa pers pada Selasa (25/2).
Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut, yang dianggap telah menyinggung dan melukai hati masyarakat Kabupaten Bogor.
“Saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat, karena kejadian ini telah menorehkan luka di hati banyak orang,” tambahnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Rudy menegaskan bahwa Pemkab Bogor akan melakukan pembinaan lebih lanjut kepada pihak-pihak terkait.
“Saya bertanggung jawab atas apa yang terjadi. Saya akan memastikan kejadian seperti ini tidak terulang lagi di Kabupaten Bogor,” ujar Rudy.
Kades Gunung Menyan Terima Arahan via Telepon
Meski sedang mengikuti kegiatan retreat kepala daerah di Akmil Magelang, Bupati Rudy Susmanto tetap memantau situasi di Kabupaten Bogor.
Baca Juga:Meski Tertinggal Jauh dari Liverpool, Guardiola Sebut Masa Depan Manchester City CerahPemkot Bandung Sudah Lakukan Pendampingan Terhadap Korban Perundungan Anak di Sindanglaya
Kepala DPMD Renaldi, Camat Pamijahan, dan Kades Gunung Menyan, Wiwin Komalasari, telah menerima arahan langsung dari Bupati melalui telepon.
Rudy menjelaskan bahwa pemanggilan Wiwin untuk mendapat arahan bukan berarti sepenuhnya salah. “Ini adalah bahan evaluasi kita bersama. Jabatan yang melekat pada beliau juga adalah tanggung jawab saya,” kata Rudy.
Ia juga mengingatkan para pejabat untuk berhati-hati dalam bertindak dan berbicara, karena mereka mewakili masyarakat Kabupaten Bogor.
