Meski Sukses Digelar, Bogor Street Festival CGM Perlu Dievaluasi

Ketua Panitia BSF CGM 2025, Arifin Himawan (Kiri) bersama jajaran saat ditemui, Minggu (23/2) Malam. (Yudha Prananda / Jabar Ekspres)
Ketua Panitia BSF CGM 2025, Arifin Himawan (Kiri) bersama jajaran saat ditemui, Minggu (23/2) Malam. (Yudha Prananda / Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Bogor Street Festival Cap Go Meh (BSF CGM) 2025 sukses digelar pada 12 Februari lalu. Meskipun memberikan sejumlah dampak positif bagi Kota Bogor, pihak panitia pelaksana akan mengevaluasi agenda tahunan tersebut.

Hal itu disampaikan Ketua Panitia BSF CGM 2025, Arifin Himawan, usai menggelar pembubaran panitia di lapangan basket semi-indoor Sekolah Kesatuan Bogor pada Minggu (23/2) Malam.

Menurutnya, dalam pelaksanaannya memang masih ada beberapa catatan evaluasi yang perlu diperbaiki untuk penyelenggaraan BSF CGM mendatang.

Baca Juga:Persebaya Pecat Paul Munster jika Kalah dari Persib, Maung Bandung Ogah Mengalah!MK Persilahkan Iip Miptahul Ikut Pemungutan Suara Ulang Pilbup Tasikmalaya, Ade Sugianto Didiskualifikasi!

“Setiap event tentu kita harapkan sempurna, namun selalu ada kekurangan yang bisa menjadi pembelajaran. Catatan-catatan tersebut akan dievaluasi agar penyelenggaraan tahun berikutnya semakin baik dan pesan yang ingin disampaikan bisa diterima dengan lebih luas,” katanya saat ditemui Jabar Ekspres usai acara.

Dalam kesempatan itu, panitia memberikan penghargaan kepada sekitar 250 Liaison Officer (LO) dan berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya BSF CGM 2025.

“Piagam yang ditandatangani oleh Pj Wali Kota Bogor dan Ketua Panitia. Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada perwakilan LO, serta penghargaan juga diberikan kepada para sponsor yang turut mendukung acara ini,” tuturnya.

Arifin Himawan juga mengungkapkan sejumlah dampak positif dari pelaksanaan BSF CGM 2025.

Festival ini, sambung dia, tidak hanya meningkatkan popularitas Kota Bogor di tingkat nasional, tetapi juga hingga mancanegara.

“Bogor kini lebih dikenal bukan hanya di Jawa Barat, tetapi juga di seluruh Indonesia, bahkan hingga luar negeri. Selain itu, festival ini menjadi wadah pelestarian seni dan budaya, khususnya budaya Jawa yang ditampilkan setiap tahunnya,” papar dia.

“Tak hanya budaya daerah, kita juga memiliki tanggung jawab untuk memperkenalkan dan menanamkan kecintaan terhadap budaya nasional kepada generasi muda,” imbuh Arifin.

Baca Juga:Atasi Masalah Geng Motor, Dedi Mulyadi Terapkan Wajib Militer Bagi Siswa SMA di JabarEks BLBI Karawaci jadi Lokasi Pembangunan Rumah MBR dan Komersial?

Dia juga menekankan bahwa dampak ekonomi juga terasa signifikan, terutama bagi pelaku UMKM yang mendapatkan peluang besar dalam perputaran ekonomi selama festival berlangsung.

0 Komentar