“Sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka) turut merasakan dampaknya, yang pada akhirnya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor untuk pembangunan kota,” terangnya.
Di sisi lain, lanjut Arifin keberagaman dalam kepanitiaan BSF CGM 2025 juga menjadi cerminan toleransi di Kota Bogor. LO yang terlibat berasal dari berbagai latar belakang, komunitas, dan agama, serta tidak hanya berasal dari Kota Bogor, tetapi juga dari luar daerah.
“Ini menunjukkan bahwa Bogor bisa menjadi contoh dalam merajut kebersamaan dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika,” kata Arifin.
Baca Juga:Persebaya Pecat Paul Munster jika Kalah dari Persib, Maung Bandung Ogah Mengalah!MK Persilahkan Iip Miptahul Ikut Pemungutan Suara Ulang Pilbup Tasikmalaya, Ade Sugianto Didiskualifikasi!
Ia berharap, kedepan lebih banyak provinsi yang berpartisipasi dalam BSF CGM. Tahun ini, terdapat sembilan provinsi yang turut serta, dan diharapkan jumlahnya meningkat pada tahun-tahun mendatang untuk semakin memperkaya keberagaman budaya dalam festival ini.
“Saya kira ini hal yang baik karena kita ingin juga anak-anak muda maupun penerus dari generasi muda untuk mencintai budaya yang ada di nusantara ini,” tukas Arifin. (YUD)
