JABAR EKSPRES – Sekolah Menengah Atas (SMA) dari Yayasan Pendidikan Al Masoem, yang berlokasi di wilayah Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang tidak pernah menahan ijazah para lulusan.
Humas SMA Al Masoem, Ayi Mirajul Muminin mengatakan, pihaknya selama ini selalu memberikan ijazah sebagai hak yang perlu diterima para peserta didik, karena sudah menyelesaikan pendidikan selama tiga tahun.
“Di kita enggak ada kasus penahanan ijazah apalagi terkait administrasi keuangan,” katanya saat ditemui Jabar Ekspres, Selasa (18/2).
Baca Juga:Optimalkan Ketahanan Pangan, Pj Wali Kota Bandung Tinjau UPTD Pembibitan Tanaman dan PeternakanKomisi III DPRD Banjar Sarankan Penerapan Full Day di Sekolah yang Sudah Siap
Ayi menerangkan, para orangtua dinilai selalu paham terhadap kewajibannya, dengan menyelesaikan seluruh administratif termasuk mengenai pembiayan di SMA Al Masoem.
“Karena di Al Masoem seperti biaya akhir study, itu tidak terpisah tapi disatukan dalam pembayaran per bulan,” terangnya.
Melalui informasi yang dihimpun Jabar Ekspres, kebijakan isu pembebasan ijazah mencuat, sejak dikeluarkannya sosialisasi oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat melalui surat edaran, terkait percepatan penyerahan ijazah jenjang SMA, SMK, dan SLB tahun ajaran 2023/2024 atau sebelumnya.
Perlu juga diperhatikan dari luputnya kebijakan pemerintah itu, yakni tidak adanya data yang akurat untuk membedakan, mana keluarga yang benar-benar tidak mampu dan mana yang sebenarnya mampu tetapi malas untuk membayar.
Diketahui, sekolah swasta berbeda dengan negeri yang memiliki dukungan anggaran lebih kuat, sehingga dari segi biaya operasional kegiatan belajar mengajar (KBM) pun tentu tidak bisa disamakan.
Kendati demikian, Ayi menjelaskan, terkait skema pembayaran biaya pendidikan di SMA Al Masoem sebagai sekolahan swasta, segala pembiayaan sengaja tidak dibuat terpisah alias disatukan per bulannya.
“Di kita juga prinsipnya tidak ada biaya pendaftaran ulang, jadi siswa enggak usah daftar dan bayar lagi ketika naik kelas,” jelasnya.
Baca Juga:Pemkot Bogor Efisiensi Anggaran hingga Rp50 M, BKAD Bilang Begini!Usulan Full Day School di Kota Banjar, Antara Harapan dan Kekhawatiran
Ayi mengungkapkan, tak hanya daftar ulang yang ditiadakan, namun biaya setiap kegiatan seperti menjelang ujian tengah atau akhir semester (UTS/UAS), di SMA Al Masoem pembayarannya tidak dipisah, sehingga tak membuat orangtua merasa terbebani.
“Kita disatukan pembiayaan, termasuk biaya akhir study. Jadi semuanya sudah include, sudah dimasukkan ke dalam biaya bulanan,” ungkapnya.
