Ayi mengaku, ketika muncul surat edaran Disdik Jabar mengenai sekolah yang harus segera membebaskan ijazah yang masih tersimpan, pihaknya tidak terlalu kaget dan khawatir karena tak ada hak lulusan yang belum diberikan.
“Tidak masalah dengan hal itu, karena ijazah sudah diserahkan semua, jadi tidak ada kendala administratif juga,” bebernya.
Disampaikan Ayi, saat ini di SMA Al Masoem terdapat 28 rombongan belajar (Rombel), dengan jumlah peserta didik setiap kelasnya sebanyak 30 siswa.
Baca Juga:Optimalkan Ketahanan Pangan, Pj Wali Kota Bandung Tinjau UPTD Pembibitan Tanaman dan PeternakanKomisi III DPRD Banjar Sarankan Penerapan Full Day di Sekolah yang Sudah Siap
Adapun terkait jika ada kendala ekonomi bagi orangtua siswa, dia menambahkan, pihaknya menyediakan bantuan guna tidak membebani, juga supaya peserta didik dapat terus mendapatkan haknya dalam mengemban ilmu pendidikan.
“Kalau orangtua terkendala karena faktor ekonomi, misalkan seperti waktu kondisi Pandemi Covid-19, banyak yang kena PHK dan kendala ekonomi,” ujarnya.
“Jika kondisi seperti itu, di kita ada bantuan sosial. Tapi tidak serta-merta langsung diberikan, nantinya setelah orangtua terbuka kondisi ekonominya, akan ada tim yang datang ke rumah untuk silaturahmi sekaligus peninjauan atau survei agar lebih valid,” pungkas Ayi. (Bas)
