JABAR EKSPRES – Efisiensi anggaran 2025 Kementerian Koperasi mengalami pemangkasan sebesar Rp155,8 miliar dari semula Rp473,31 miliar menjadi Rp 317,48.
Menteri Koperasi Budi Arie mengatakan efisiensi Kemenkop tercatat menurun setelah pihaknya melakukan penghitungan ulang bersama dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada Selasa (11/2/2025). Lalu, ditetapkan dari sebelumnya dipotong sebesar Rp 288 miliar menjadi Rp 155,8 miliar.
“Program-progam Kemenkop harus tepat sasaran. Progam tidak terganggu, termasuk dampak ke masyarakat. Namun, memang pencapaiannya perlu kita evaluasi,” jelas Budi.
Baca Juga:DPKP Sumedang Gelar GPM di Cimanggung, Anggota DPRD Borong Sayuran dan Dibagikan Gratis untuk WargaDinas Penanaman Modal Tegaskan Pengurusan NIB Gratis Bagi Para Pelaku Usaha
“Ketiga, bagaimana meningkatkan volume usaha koperasi dalam PDB, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berkoperasi. Saat ini, baru 29,8 juta masyarakat Indonesia yang berkoperasi. Kami mentargetkan dalam waktu yang tidak terlalu lama bisa dua kali lipat,” kata Menkop.
Sementara itu, terkait efisiensi anggaran di Kemenkop, Budi menjelaskan ada beberapa belanja yang akan dipangkas di antaranya perjalanan dinas, pengadaan barang dan jasa, belanja kontratual, belanja ATK, belanja konsinyering hingga belanja untuk kegiatan rapat-rapat.
