Dia menyarankan agar dilakukan koordinasi dan sinergi antar dinas terkait untuk mengatasi masalah ini.
“Misalnya, ada anak usia SMP yang tidak sekolah karena orang tuanya tidak mampu. Ketika SD, mereka mendapatkan Program Indonesia Pintar (PIP), tapi tidak mendapatkannya saat SMP sehingga terjadi putus sekolah. Ini salah satu masalah yang saya temukan di lapangan. Dinas-dinas terkait harus mengevaluasi dan mendata masalah ini, lalu segera menyelesaikannya,” ujarnya.
Cecep menilai bahwa masalah ATS ini bisa menjadi salah satu penyebab turunnya partisipasi sekolah.
Baca Juga:Disdik Bandung Barat Keluarkan Aturan KBM dan Libur Selama Ramadan 2025Jadi Tempat Transaksi Barang Haram, Kios di Lembang Dibongkar
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya hasil Asesmen Nasional menjadi patokan bagi semua pihak untuk melakukan inovasi di daerah.
“Hasil Asesmen Nasional harus menjadi acuan kita semua untuk melakukan inovasi dan perbaikan di bidang pendidikan,” pungkasnya. (CEP)
