JABAR EKSPRES – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung mengidentifikasi enam kelurahan yang masih tergolong rentan terhadap pangan.
Namun, Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, menegaskan bahwa tingkat kerentanan tersebut tidak masuk dalam kategori ekstrem.
“Kota Bandung sudah memetakan daerah rentan pangan. Masing-masing sudah diklasifikasikan berdasarkan prioritas. Kalau untuk kategori sangat rentan, tidak ada. Tapi untuk rentan prioritas, ada, karena faktor infrastruktur pasar dan ketersediaan air bersih,” kata Gin Gin ketika dikonfirmasi Jabar Ekspres, beberapa waktu lalu.
Baca Juga:Tanggapi Wacana Larangan Study Tour oleh Gubernur Jabar Terpilih, Bupati Bandung: Sepakat, dan Dukung Pemanfaatan Wisata LokalUpaya Dishub KBB Tingkatkan PAD 30 Persen Melalui Intensifikasi Retribusi Parkir
“Kami juga mendorong strategi mandiri menanam. Ini menjadi salah satu upaya agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pangannya sendiri,” ujarnya.
Selain itu, DKPP berupaya mengembalikan konsumsi pangan lokal seperti ubi-ubian yang dinilai sebagai simbol ketahanan pangan.
Dengan berbagai langkah tersebut, DKPP Kota Bandung optimistis ketahanan pangan di wilayahnya dapat terus diperkuat, sehingga risiko kerentanan dapat ditekan dan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi.
“Minimal satu RW punya satu komunitas Buruan Sae. Alhamdulillah, setiap tahun jumlahnya terus bertambah. Dengan dukungan dari kelurahan dan kewilayahan, akhirnya ini bisa menjadi kekuatan pangan Kota Bandung,” kata Gin Gin.
