Sejak dimulainya program ini, evaluasi terus dilakukan guna memastikan distribusi yang optimal, keberagaman menu, serta kebersihan makanan. Namun, salah satu tantangan yang dihadapi adalah insiden di salah satu Sekolah Dasar di Jawa Tengah, di mana beberapa siswa mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG. Menanggapi kejadian ini, aparat intelijen Kejaksaan siap mengambil langkah-langkah strategis untuk memastikan keamanan serta efektivitas program.
“Menanggapi kejadian ini, kami akan melakukan investigasi menyeluruh dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencegah terulangnya insiden serupa,” tambah Reda Manthovani.
Sebagai langkah transparansi dan optimalisasi pengawasan, Kejaksaan akan memanfaatkan platform digital seperti Inteliz dan Jaga Desa. Ini bertujuan untuk memastikan program berjalan dengan baik dan dana desa tetap tepat sasaran.
Baca Juga:Pemprov Jabar Ikut Pangkas Perjalanan Dinas Luar NegeriPolemik Penjualan Gas Usai, Warung Kelontong Akan Jadi Sub-Pangkalan, Minta Jangan Ada Syarat yang Bikin Susah
“Dengan langkah-langkah strategis yang telah disiapkan, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia,” katanya.
Sementara itu, peluncuran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Banjar kembali mengalami penundaan. Program yang menjadi andalan Presiden Prabowo Subianto ini dijadwalkan berlangsung pada 13 Januari 2025, namun kini telah dirubah menjadi 17 Februari 2025.
Kepala SPPG Dapur Banjar, Dicky, mengatakan rencana peluncuran MBG di kan dilaksanakan pada 17 Februari 2025. “Kita running jadi 17 Februari 2025,” ungkapnya, Senin 3 Februari 2025.
Dicky menambahkan bahwa penentuan peluncuran program MBG ini merupakan instruksi dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang berlaku di seluruh Indonesia, bukan hanya di Dapur Banjar saja.
Pj Wali Kota Banjar, Soni Harison, juga menjelaskan bahwa pelaksanaan program ini telah mengalami beberapa kali penundaan.
“Awalnya dijadwalkan pada tanggal 13 Januari, kemudian diundur lagi ke tanggal 20 Januari, dan informasi terakhir, bahwa pelaksanaannya akan dilakukan pada 3 Februari 2025,” ungkap Soni Harison.
Ia menjelaskan bahwa pengunduran tersebut disebabkan oleh kesiapan yang belum matang dalam pelaksanaan program MBG. “Menurut informasi yang diterima, kendalanya dari sisi sarana dan prasarana termasuk peralatan untuk wadah makanan, infonya belum siap, sehingga terjadi pergeseran jadwal lagi,” kata dia.
Baca Juga:Pemprov Jabar Kirim 14 Pekerja Migran Indonesia ke Korea SelatanDua Terpidana Kasus Korupsi Cigasong Dieksekusi ke Lapas Sukamiskin Bandung oleh Kejati Jabar
Diharapkan, pelaksanaan program ini dapat dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan pada 17 Februari 2025. Dalam pelaksanaannya, sebanyak 3.500 siswa, termasuk posyandu, akan menerima makanan bergizi gratis. “Untuk launching awal, penerimanya sebanyak 3.500 orang,” jelas Soni. (CEP)
