Pemprov Jabar Kirim 14 Pekerja Migran Indonesia ke Korea Selatan

Pekerja migran Indonesia (PMI) menunjukkan paspor dan pin sesudah pelepasan di Aula Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (4/1). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Pekerja migran Indonesia (PMI) menunjukkan paspor dan pin sesudah pelepasan di Aula Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (4/1). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar berangkatkan 14 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jawa Barat ke Korea Selatan. Harapannya itu jadi contoh perjalanan PMI secara resmi.

Sebanyak 14 PMI itu berasal dari berbagai kota kabupaten di Jabar. Pahrefi Rifal asal Tasikmalaya misalnya. Lulusan SMK itu awalnya mengikuti pelatihan di Serang.

Ia kemudian melihat peluang terkait lowongan kerja di Korea Selatan itu. “Sedikit banyak tau budaya Korea. Jadi semangat aja. Ikut latihan termasuk belajar bahasa Korea,” tuturnya.

Baca Juga:Dua Terpidana Kasus Korupsi Cigasong Dieksekusi ke Lapas Sukamiskin Bandung oleh Kejati JabarPertamina Tegaskan Pentingnya Pembelian LPG 3 Kg di Pangkalan Resmi

Pahrefi menuturkan, berbagai pelatihan yang dijalani itu gratis. “Bahkan dapat uang transport dan makan,” cetusnya.

Kini ia bakal menapaki karir baru di Korea Selatan. Kerja di pabrik perkapalan. Sesuai dengan keterampilan las yang didapat saat pelatihan.

Demikianhalnya Wahyudin, ia bakal menjalani pekerjaan baru di Korea Selatan. Kontraknya 2 tahun. “Ini nanti juga pengalalaman perdana naik pesawat,” ujar pria asal Tasikmalaya itu.

Wahyudin juga mendapat info lowongan kerja ke Korea Selatan itu saat mengikuti pelatihan. Ia kemudian mengikuti berbagai prosedur untuk bisa daftar dan lolos seleksi. Termasuk meningkatkan kemampuannya di bidang pengelasan.

Di sisi lain, Penjabat (Pj) Gubernur Jabar Bey Triadi Machmudin mengungkapkan bahwa bekerja ke luar negeri atau PMI itu tidak dilarang. Tapi memang harus mengikuti berbagai prosedur yang ada. “Kami harapkan terutama bekerjanya di bidang profesional dan ini prosedur resmi,” tuturnya.

Bey juga berpesan agar para PMI itu bisa menjadi contoh. Sehingga tidak membuat malu. “Di sana bekerja, bukan berwisata, jadi apalagi 2 tahun kan cukup lama,” sebutnya.

Bey juga mengakui bahwa secara komposisi pekerjaan PMI Jabar masih banyak didominasi ART. Karena itu pihaknya mendorong Dinas Ketenagakerjaan agar mempersiapkan pelatihan untuk upgrade berbagai keterampilan. Sehingga siap dan layak untuk diterbangkan ke luar negeri. “Seperti perawat ya, perawat itu permintaannya tinggi. Jadi dibekali juga bahasa,” tuturnya.

Baca Juga:Ungkap Kronologis Penembakan, Kuasa Hukum dan Rekan Korban Erik Tampubolon Minta Polisi Tegakan Proses HukumPolemik PLTU di Jawa Barat: Proyek Nasional, Krisis Lingkungan

Kadisnakertrans Jabar Teppy Wawan Dharmawan menambahkan, di 2024 juga telah ada beberapa penempatan PMI. Di antaranya ke Kuwait 8 orang, Hongaria 1 orang, Taiwan 80 orang.

0 Komentar