Para peneliti menyebutkan bahwa metode ini dapat menawarkan wawasan baru untuk pengobatan trauma atau ingatan patologis.
Intervensi tidur non-invasif ini menjadi salah satu langkah awal untuk membantu individu mengatasi dampak buruk dari pengalaman traumatis.
Namun, perlu dicatat bahwa penelitian ini masih dalam tahap awal dan dilakukan di lingkungan laboratorium yang sangat terkontrol.
Baca Juga:Sejarah Aplikasi Jagat yang Diresmikan Jokowi pada 2022 LaluAplikasi Penghasil Uang Terbaru 2025 Membayar hingga Rp150.000 Saldo Gratis
1. Dampak Asosiasi: Gambar negatif dalam eksperimen laboratorium tidak memiliki skala dampak emosional sebesar pengalaman traumatis nyata.
2. Kompleksitas Proses: Otak menyimpan ingatan melalui berbagai mekanisme yang melibatkan fase tidur, area otak, dan jenis ingatan tertentu, sehingga masih banyak variabel yang harus diteliti lebih lanjut.
3. Durasi Efek: Belum diketahui seberapa lama efek penghapusan atau pengubahan ingatan ini dapat bertahan.
Namun demikian, penelitian ini membuka peluang besar bagi pengembangan terapi baru untuk mengatasi gangguan stres pasca-trauma (PTSD) dan berbagai gangguan memori lainnya.
Dengan terus dilakukan pengembangan, metode ini dapat menjadi langkah revolusioner dalam bidang neuropsikologi dan kesehatan mental.
