JABAR EKSPRES – Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor, Hery Antasari, mendapatkan penjelasan terkait Detail Engineering Design (DED) dari pihak konsultan, mengenai rencana pembangunan Kantor Pemerintahan Terpadu Katulampa yang telah dimulai sejak tahun 2024.
Rencana pembangunan kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor ini muncul sebagai respons terhadap kondisi Balai Kota Bogor yang dinilai sudah kurang representatif.
Hery mengatakan, bahwa perkantoran pemerintahan terpadu ini harus disepakati oleh semua pihak.
Baca Juga:Peringati Hari Desa Nasional 2025, Bachril Bakri Hadiri Pencanangan Gema Tandan di SumedangKemendagri Apresiasi Kinerja Pj Bupati Bogor, Laporan Triwulan I Dinilai Baik
“Semua harus dipersiapkan secara maksimal agar ini terwujud dan menjadi legacy. Paling tidak, perkantoran terpadu akan menjadi salah satu keunggulan kita,” imbuh dia.
Diketahui, direncanakan pembangunan gedung kantor pemerintahan dengan 9 lantai yang akan menampung sebagian besar perangkat daerah pada lahan seluas kurang lebih 6 hektare.
Prinsip kerja bangunan ini akan mengintegrasikan berbagai komponen melalui teknologi pintar. Komponen-komponen yang terinstal dapat diatur secara otomatis dan saling berkomunikasi, menggunakan sensor sebagai metode utama.
Gedung Perkantoran Pemerintahan Katulampa akan menerapkan aspek Bangunan Gedung Hijau (BGH), yang mencakup Bangunan Pintar (Smart Building) dengan pengaturan otomatis berbasis algoritma.
