JABAR EKSPRES – Pengamat Tata Kota Universitas Pendidikan Indonesia, Yudi Asep menyoroti soal rencana kerja Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam mengatasi permasalahan banjir di tahun 2025.
Diakuinya, tak ada inovasi terbaru terkait rencana strategis (Renstra) Pemkot Bandung perihal menyelesaikan permasalahan banjir di Kota Kembang.
“Saya kira, ada atau tidak kolam retensi ini tidak sepenuhnya menyelesaikan permasalahan banjir. Karena realitasnya banjir tetap terjadi,” katanya
Baca Juga:Optimalkan Pompanisasi dari Kementan, KBB Mampu Surplus Beras 32.528 TonKelanjutan Pembangunan Apartemen Paldam Kota Bandung Tak Jelas, DPKP: Belum Masuk Anggaran 2025
“Terus untuk sumur imbuhan, sebetulnya ini tak perlu menggunakan APBD Kota Bandung, mubazir. Dengan landscape kota yang terbilang padat, masyarakat seharusnya dilibatkan untuk membangun mandiri di halaman rumahnya,” tambahnya.
Menurutnya, Pemkot Bandung harus memiliki kelembagaan yang hanya terfokus pada permasalahan banjir. Sehingga, problematika ini bisa segera diatasi.
“Ini yang sering dibahas di forum akademisi berbagai perguruan tinggi. Bahwa Kota Bandung secara kelembagaan, baik kordinasi antar lembaga, belum ada yang terfokus terhadap permasalahan banjir,” ungkapnya.
“Padahal ini penting, agar proyek-proyek seperti persiapan daya tampung, normalisasi sungai, hingga infiltrasi bisa fokus dilakukan,” pungkasnya. (Dam)
