Meski Belum Tuntas, Warga “Dipaksa” Keadaan Menghuni Rumah Deret Tamansari

Pimpinan dan Anggota Komisi C DPRD Kota Bandung saat sidak di Rumah Deret Tamansari, Rabu (13/11).
Pimpinan dan Anggota Komisi C DPRD Kota Bandung saat sidak di Rumah Deret Tamansari, Rabu (13/11).
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sejumlah warga akhirnya bisa menghuni Rumah Deret Tamansari. Tapi mereka seperti dipaksa oleh keadaan untuk segera menghuni bangunan di samping Layang Pasupati itu.

Rabu (13/11), Pimpinan dan Anggota Komisi C DPRD Kota Bandung sengaja meninjau proyek yang ada di Kecamatan Bandung Wetan itu. Sejumlah warga calon penghuni rumah deret itu juga ikut berdatangan.

Bangunan rumah deret itu nampak berdiri kokoh. Unit-unit yang dulunya kosong kini juga telah nampak ada penghuni. Sebagian memang sudah ada yang menetap. Sebagian lagi baru ambil kunci dan sedang membereskan unit secara mandiri. Ada yang memasang dekorasi, memindahkan barang, hingga mengecat secara mandiri.

Meski Belum Tuntas, Warga “Dipaksa” Keadaan Menghuni Rumah Deret Tamansari

Baca Juga:Gunakan Pangan Lokal, DKPP Siap Implementasikan Program MBG di JabarLaga Adu Gengsi, Verdonk: Kami Mengincar Kemenangan

Yoyo salah satu calon penghuni rumah deret itu menuturkan, sebagian warga memang terpaksa untuk segera menempati hunian tersebut. Alasannya karena uang kontrakan dari Pemkot tidak bisa lagi mengucur, mereka terancam untuk diusir dari kontrakan yang selama ini ditempati sembari menunggu proyek tersebut. “Ya mau gimana lagi, terpaksa,” ucapnya.

Yoyo menuturkan, sebagian warga juga ada yang ikut memilih dan mengambil kunci unit meski belum langsung menempati. Itu untuk mengamankan unit. Atau sekedar menjadi tempat penyimpanan barang sementara.

Sejumlah calon penghuni juga mengeluhkan kondisi unit. Misal lantai yang sudah mengelupas, ataupun masalah listrik dan air yang belum maksimal.

Dewan Dorong Proyek Tak Molor Lagi, Upayakan Uang Kontrakan dari BTT

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Bandung Agus Andi Setyawan menuturkan, hari itu pihaknya memang ingin mengetahui secara langsung kondisi proyek yang sudah lama dikerjakan itu. Menurutnya, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) punya target menuntaskan beberapa infrastruktur penunjang itu hingga Desember 2024 nanti. Harapannya pengerjaan tidak molor lagi. Sehingga penghuni bisa nyaman. “Kalau secara struktur bangunan memang sudah tuntas, tapi memang ada beberapa yang dikeluhkan warga,” ujarnya.

0 Komentar