JABAR EKSPRES – Hujan deras yang mengguyur pada Senin (11/11) siang, membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung tergenang banjir.
Salah satunya yakni di Komplek Cingcin Permata Indah (CPI), Desa Gandasari, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung.
Dalam pantauan di lokasi, terlihat banjir merendam sebagian Komplek di CPI khususnya di RW 13 dengan ketinggian air mencapai 1 meter.
Baca Juga:17 Kendaraan Terlibat Kecelakaan di KM 92 Cipularang, 1 Tewas dan 8 Luka-lukaKantor SAR Bandung Terjunkan 2 Tim Rescue ke Lokasi Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang
Beberapa anak-anak hingga orang dewasa pun sepertinya sudah terbiasa dengan banjir yang melanda di Komplek tersebut.
Mereka tampak terbiasa melewati genangan air yang melanda rumah hingga jalanan di komplek tersebut.
Diketahui jika banjir yang melanda komplek ini merupakan luapan Sungai Cikambuy terusan dari Cisasungka dan juga luapain Sungai Cipananggulan sehingga bertemu dikomplek tersebut.
Menurut Ketua RW 13, Dadang Cahyana (48), banjir yang melanda kawasan tersebut disebabkan oleh luapan air dari dua sungai, yakni Sungai Cikambuy yang terhubung dengan Cisasungka, serta Sungai Cipananggulan dari arah Gading.
Pihaknya juga sudah lama mengajukan solusi untuk menangani banjir yang terus berulang di Komplek CPI.
Sejak 2023, Dadang mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bandung, yang diinisiasi oleh Ketua DPRD Kabupaten Bandung, telah merencanakan pembangunan kolam retensi untuk mengatasi banjir.
“Kami sudah meminta untuk dibuatkan kolam retensi sejak tahun lalu. Pemda Kabupaten Bandung sudah menginisiasi pencarian lahan, dan kebetulan ada lahan yang di belakang komplek yang memang genangannya itu paling dalam,” kata Dadang.
Baca Juga:Penyebab Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang, Polisi: Diduga Truk Rem Blong Ngeri! Laka Beruntun di Tol Cipularang, Mobil Bertumpuk hingga Terdengar Jerit Penumpang
Lahan seluas 3.700 meter persegi tersebut, menurut Dadang, telah diserahkan kepada pihak developer untuk digunakan dalam pembangunan kolam retensi yang diharapkan dapat mengurangi dampak banjir.
“Lahan itu sudah diserahkan untuk digunakan sepenuhnya dalam penanggulangan banjir di Komplek CPI, salah satunya untuk membangun kolam retensi,” tambahnya.
Meskipun rencana tersebut sudah dimulai, Dadang berharap prosesnya bisa dipercepat karena warga sudah sangat terdampak oleh banjir yang terus berulang.
“Banjir sudah minggu yang ketiga kita mengalami, saya kira sudah tidak ada alasan lagi Pemda untuk tidak mempercepat pembangunan kolam retensi karena ini darurat ya penanganan juga harus darurat, warga kita berharap seperti itu. Karena kerugian dari banjir itu, baik kerugian materil maupun kerugian imateril sangat berdampak bagi warga. Saat ini warga bolos semua enggak bekerja, yang dari luar kota kerja juga semua pulang, begini hasilnya rumah terendam, harta benda mereka hilang,” kata Dadang.
