JABAR EKSPRES – Debat perdana calon Gubernur Jawa Barat (Jabar) 2024-2025 yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat, digelar di Graha Sanusi Universitas Padjajaran, Kota Bandung, pada Senin malam (11/11). Acara ini menjadi momen penting bagi empat pasangan calon (Paslon) yang berlaga dalam Pilgub Jabar, yakni Acep Adang Ruhiat – Gitalis Dwi Natarina, Jeje Wiradinata – Ronal Surapradja, Ahmad Syaikhu – Ilham Akbar Habibie, dan Dedi Mulyadi – Erwan Setiawan.
Sejak awal acara, kawasan sekitar Graha Sanusi sudah dipenuhi oleh pendukung dari masing-masing Paslon. Mereka terlihat antusias, meneriakkan yel-yel dan mendukung jagoan mereka. Riuhnya suasana semakin terasa dengan sorak-sorai dan semangat para pendukung yang saling melemparkan yel-yel satu sama lain, menciptakan atmosfer penuh warna yang meriah.
Namun, meskipun berlangsung penuh semangat, Ketua KPU Jawa Barat, Ummi Wahyuni, mengingatkan bahwa pihaknya telah menetapkan sejumlah aturan ketat yang harus diikuti oleh para pendukung Paslon selama debat berlangsung. Salah satu aturan utama yang ditegaskan adalah larangan membawa bahan kampanye atau alat peraga kampanye yang berlebihan ke dalam arena debat. Hanya nomor urut Paslon, nama, foto, atau tagline yang boleh dipajang di tubuh pendukung.
Baca Juga:Dede Chandra Sasmita Gelar Reses, Bantu Pembangunan Masjid dan Jalin Silaturahmi dengan WargaImbas Kecelakaan Beruntun, Jasa Marga Tutup Sementara KM 92 Cipularang Arah Jakarta
“Pendukung Paslon harus menjaga ketertiban. Mereka tidak diperkenankan meneriakkan yel-yel atau slogan yang bisa mengganggu jalannya debat. Begitu juga dengan tindakan intimidasi baik terhadap pendukung Paslon lain, moderator, ataupun panelis,” ujar Ummi Wahyuni saat dikonfirmasi.
Meski demikian, meski ada riuh dan semangat dari para pendukung, Ummi berharap debat perdana ini dapat berjalan dengan lancar, aman, dan tertib. “Kami berharap, melalui debat ini, masyarakat Jawa Barat dapat mengetahui visi, misi, dan program kerja dari masing-masing calon pemimpin daerah yang akan datang,” pungkasnya.
Debat perdana ini diharapkan menjadi ajang bagi masyarakat untuk lebih mengenal para calon Gubernur Jabar, dan menjadi bagian penting dari proses demokrasi dalam menentukan pemimpin di Jawa Barat untuk lima tahun ke depan.
