JABAR EKSPRES – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendukung kegiatan pemantauan sungai yang dilakukan oleh KP2C (Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas).
Dukungan tersebut dalam bentuk penyediaan alat AWLR (Automatic Water Level Recorder) untuk memantau TMA (Tinggi Muka Air) serta AWS (Automatic Weather Station) untuk memantau Curah Hujan.
Pemasangan perangkat AWLR Platform SIAGA (Sistem Informasi monitoring tinggi muka Air sungai dan Gejala Alam) dilakukan selama 3 hari oleh para peneliti dari Pusat Riset Limnologi dan Sumberdaya Air (PRLSDA) BRIN yang dipimpin oleh Teguh Arif Pianto.
Baca Juga:Usai Pamit Hendak Joging, Wanita di Bogor Ditemukan Tewas di Area SawahDi Hadapan Aktivis Perempuan dan Anak, Haru Dhani Janjikan Program Pemberdayaan Keluarga
“KP2C sangat senang dibantu oleh BRIN jelang datangnya musim hujan tahun ini,” ujar ketua KP2C Puarman.
Puarman menjelaskan bahwa instrumen ini mampu memberikan informasi yang akurat dan tepat kepada masyarakat umum untuk memantau Tinggi Muka Air dan Curah Hujan secara time series (seri waktu berturut-turut) dan real time (terkini).
Informasi ini dapat digunakan sebagai Early Warning System (EWS) untuk memperkuat mitigasi bencana banjir di wilayah sekitar DAS Bekasi yang bersumber dari sungai Cileungsi dan sungai Cikeas.
“Penerapan instrumen ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat tanggap terhadap potensi bencana banjir di Kota Bekasi dan Kab Bogor dengan berbasiskan teknologi,” pungkasnya.
