Dewan Beberkan Pekerjaan Rumah Menuju Bandung Kota Metropolitan dan Berkelanjutan

Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Bandung dalam rangka HJKB ke-214, di ruang rapat DPRD Kota Bandung, pada Rabu (25/9) siang. (Nizar/Jabar Ekspres)
Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Bandung dalam rangka HJKB ke-214, di ruang rapat DPRD Kota Bandung, pada Rabu (25/9) siang. (Nizar/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES  – Pada momen Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-214, sejumlah pekerjaan rumah (PR) menjadi sorotan. Terlebih lagi tema besar yang diambil berkenaan ‘Semangat Kolaborasi Wujudkan Kota Bandung Maju Keberlanjutan’.

Hal tersebut diungkapkan Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi usai Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka HJKB ke-214, di ruang rapat DPRD Kota Bandung, pada Rabu (25/9) siang. Menurutnya momentum itu sebagai refleksi untuk berbenah sejumlah masalah.

“Jadi PR yang harus diselesaikan Kota Bandung itu, sebetulnya meliputi kemiskinan, lingkungan, pendidikan, tentu di samping infrastruktur,” ungkap Asep kepada wartawan.

Baca Juga:GIIAS Bandung 2024: Chery Hadirkan Beberapa Prodak InovatifMemasuki Tahapan Kampanye, Pasangan ASIH: Fokus Awal di Kota Bandung

Dia menambahkan, guna antisipasi dan menekan angka kemiskinan di Kota Bandung, pemerintah harus gencarkan padat karya. Hal ini dapat memberi dampak terhadap percepatan sektor ekonomi masyarakat.

“Supaya uang makin berputar di masyarakat. Pertumbuhan ekonomi akan semakin bagus. Lalu bagaimana cara memperbanyak lapangan kerja,” tambah Asmul, sapaan akrabnya.

“Memang untuk pemerintah transisi ini tidak membuat kebijakan terlalu besar. Tapi (harus menemukan cara, red) bagaimana melanjutkan apa-apa yang jadi dasar. Dan menyiapkan untuk calon pemimpin 2025 mendatang,” jelasnya.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Wali Kota Bandung, A Koswara Hanafi menyebutkan, catatan terpenting untuk menyongsong Bandung sebagai Kota Metropolitan, yakni persiapan dari program pemerintah itu sendiri.

Dia mengungkapkan, supaya visi dan misi tersebut perihal Bandung kota metropolitan dan keberlanjutan, dapat bersinergis dengan rencana pembangunan yang sudah disusun pemerintah kota.

“Bandung menjadi kota metropolitan layak huni dan berkelanjutan. Itu memerlukan kesiapan yang cukup banyak dan keberlanjutan tidak terputus,” ungkap Koswara.

Menurutnya pelayanan terhadap masyarakat pun menjadi hal paling penting. Selain itu, hal tersebut pula harus didukung masyarakat yang mesti turut bersiap dengan tema besar Bandung Kota Berkelanjutan dan Metropolitan.

Baca Juga:PT Jamkrida Jabar Tingkatkan Kerja Sama Penjaminan Kredit dengan Bank KalselPimpinan Ormas Islam di Jabar Dukung Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie di Pilgub Jabar 2024

“Masyarakat harus bersiap untuk menyongsong Kota Bandung untuk menjadi sebuah kota yang metropolitan. Dengan budaya yang lebih tertib dan disiplin,” jelas Koswara.

“(Masyarakat) harus memahami soal sistem perkotaan ini bahwa layanan harus terintegrasi. Buang sampah tidak sembarangan dan lainnya. Itu sistem perkotaan,” pungkasnya.

0 Komentar