Pilkada Kota Bogor Berpotensi Memunculkan Skema 4 Poros Paslon

Pengamat Politik dan Kebijakan Publik, Yusfitriadi. (Yudha Prananda / Jabar Ekspres)
Pengamat Politik dan Kebijakan Publik, Yusfitriadi. (Yudha Prananda / Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Menjelang tahapan pendaftaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 yang tinggal 10 hari lagi, eskalasi politik di Kota Bogor semakin dinamis.

Hal itu diungkapkan Pengamat Politik dan Kebijakan Publik, Yusfitriadi. Dalam catatannya, sedikitnya ada 8 nama figur yang berpeluang bertarung dalam kontestasi Pilkada Kota Bogor.

Pertama, Dedie Rachim dan Jenal Mutaqin, dengan dukungan PAN dan Partai Gerindra, dengan jumlah 11 kursi. Kedua, Sendi Fardiansyah dan Rusli Prihatevy dengan dukungan Partai NasDem, Golkar, Demokrat dan PSI dengan jumlah 14 kursi.

Baca Juga:Kadisdik Bogor Tutup Mulut soal Kasus Pemerasan KPK GadunganHadir di Jaman Kolonial dan Menjadi Saksi Bisu Kemerdekaan Indonesia, Gedung Indonesia Menggugat Masih Eksis di Masyarakat

Dalam konteks ini, Yus sapaanya, menggambarkan beberapa kemungkinan terbentuknya 3 poros tersebut.

Pemantik Dinamisasi Politik

Yus menyebut, adanya dinamisasi tersebut dipicu oleh turunnya surat tugas DPP Partai Gerindra kepada Jenal Mutaqin belum lama ini.

Pasalnya, sambung dia, replikasi KIM pada Pilkada Kota Bogor dalam bentuk Koalisi Bogor Maju (KBM) sudah sampai pada kesepakatan politik dengan megawinkan Dedie Rachim dan Rusli Prihatevy.

0 Komentar