JABAR EKSPRES – Kasus penderita gagal ginjal kronik yang mengharuskan penderitanya untuk melakukan cuci darah, tak hanya terjadi pada orang dewasa, namun juga pada anak-anak yang harus menjalani pengobatan itu.
Kasus penderita gagal ginjal bermula ramai di Jakarta. Namun ternyata di Jawa Barat pun penderita kasus itu ada. Merajuk pada laman resmi Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat, tercatat sedikitnya ada 77 anak yang rutin melangsungkan prosedur hemodialisis atau cuci darah.
“Ramai kasus itu, dan sering lihat di berbagai media sosial. Karena itu saya memilih memberikan cemilan buah-buahan yang kadar manisnya sedikit,” ujar Santi kepada wartawan, Selasa (6/8/2024).
Baca Juga:OPM Sandera dan Bunuh Pilot asal Selandia Baru di Mimika Papua tengahDeveloper Tak Hadiri Sidang, Kuasa Hukum Konsumen Tantang agar Gentel
“Saya punya dua anak, yang pertama sudah SD, dan satu lagi masih berumur 1 tahun. Keduanya saya biasakan tidak terlalu mengenal rasa manis karena takut juga, sementara untuk susu. Saya pakai susu formula yang kadar gulanya pun sedikit,” imbuhnya.
