Tanggapi Fenomena Anak-anak Banyak yang Lakukan Cuci Darah, Bey Machmudin Desak Kemenkes Keluarkan Aturan Ini

Ist. Anak-anak saat Tunjukan salah satu minuman kemasan yang mengandung gula. Dok Jabar Ekspres
Ist. Anak-anak saat Tunjukan salah satu minuman kemasan yang mengandung gula. Dok Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Fenomena banyaknya pasien anak-anak yang menjalani pengobatan cuci darah akibat kegagalan ginjal, kini telah menjadi perhatian penting bagi sejumlah pihak.

Pasalnya metode pengobatan tersebut, umunya dijalani oleh orang dewasa yang mengalami penyakit salah satunya seperti gagal ginjal.

Menanggapi fenomena ini, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat (Jabar) Bey Triadi Machmudin mengaku hal tersebut kini telah menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov). Sebab kata dia, berdasarkan informasi yang didapat dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes), hal ini terjadi diakibatkan karena makanan dan minuman yang tidak sehat.

Baca Juga:Silaturahmi dengan Tokoh Masyarakat, Ketua Gerindra Jabar Taufik Hidayat Kenalkan Dhani Jadi Calon Wali Kota BandungPj Wali Kota Bogor Soroti Sejumlah Permasalahan dan PR Dishub

Hal ini dilakukan, Bey menuturkan agar nantinya masyarakat dapat dengan mudah mengetahui kandungan yang tertera dalam makanan dan minuman.

“Karena memang Indonesia itu suka gula. Jadi ini disebabkan oleh gula, dan gula itu bisa menjadi penyebab dari segala macam penyakit mulai dari ginjal, hati, stroke, hingga jantung,” katanya saat ditemuin di Gedung Sate Bandung, Jum’at (2/8) kemarin.

0 Komentar