Fenomena Aphelion Penyebab Suhu Dingin di Indonesia? Begini Kata BMKG

Fenomena Aphelion Penyebab Suhu Dingin di Indonesia? Begini Kata BMKG
Fenomena Aphelion Penyebab Suhu Dingin di Indonesia? Begini Kata BMKG
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Beberapa hari terakhir, banyak daerah di Indonesia mengalami cuaca yang lebih dingin dengan suhu rendah terjadi dari siang hingga malam hari.

Namun, apakah benar demikian? Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan klarifikasi mengenai hal ini.

Apa Itu Fenomena Aphelion?

Fenomena Aphelion terjadi ketika Bumi berada pada jarak terjauh dari Matahari dalam orbitnya.

Baca Juga:Catat! Persyaratan Penting Pendaftaran CPNS 2024 Agar Lolos Seleksi Administrasi4 Contoh Cerita Liburan Dirumah Singkat untuk Tugas Sekolah

Banyak yang mengira bahwa jarak yang lebih jauh ini menyebabkan suhu di Bumi menjadi lebih dingin, termasuk di Indonesia.

Namun, BMKG menyatakan bahwa Fenomena Aphelion tidak berpengaruh langsung terhadap suhu dingin yang terjadi saat ini di Indonesia.

Penjelasan BMKG Tentang Suhu Dingin di Indonesia

Menurut BMKG, suhu dingin yang dialami di beberapa wilayah Indonesia merupakan fenomena alamiah yang biasa terjadi selama puncak musim kemarau, yaitu antara bulan Juli hingga September.

Periode ini ditandai oleh pergerakan angin dari arah timur-tenggara yang berasal dari Benua Australia.

Pada bulan Juli, Australia sedang mengalami musim dingin, yang mempengaruhi kondisi cuaca di Indonesia.

BMKG menjelaskan bahwa pola tekanan udara yang tinggi di Australia menyebabkan massa udara bergerak dari Australia menuju Indonesia.

Angin ini dikenal sebagai Monsoon Dingin Australia, yang membawa udara dingin ke wilayah Indonesia melewati Samudra Indonesia yang juga memiliki suhu permukaan laut lebih dingin.

Baca Juga:Klaim Saldo Gratis Rp50 Ribu Sekarang Lewat Link DANA Kaget Selasa 16 Juli 2024Siap-siap Sweet Home Season 3 Bakal Tayang 19 Juli 2024 di Netflix

Dampak Monsoon Dingin Australia

BMKG menjelaskan lebih lanjut bahwa Monsoon Dingin Australia menyebabkan suhu lebih dingin terutama di wilayah selatan khatulistiwa, seperti Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Selain itu, berkurangnya awan dan hujan di daerah-daerah tersebut juga berkontribusi pada penurunan suhu.

Tanpa awan yang menyimpan uap air, energi radiasi yang dilepaskan Bumi pada malam hari tidak tersimpan di atmosfer, sehingga suhu menjadi lebih dingin.

0 Komentar