JABAR EKSPRES – Peristiwa tragis bus terguling di Ciater Subang menyisakan kisah pilu dari keluarga yang ditinggalkan. Ada 11 orang korban tewas dari peristiwa tersebut, salah satunya Mahesa dan Dimas yang merupakan siswa SMK Lingga Kencana.
Mahesa dan Dimas merupakan dua orang dari 11 korban yang dinyatakan meninggal dunia pada peristiwa kecelakan bus terguling yang terjadi di Ciater Subang, pada Sabtu (11/5) malam.
Tragisnya lagi, tubuh Dimas dan Mahesa ditemukan saling berpelukan setelah insiden tersebut terjadi.
Baca Juga:Ternyata Ginjal Rusak Bisa Dilihat Dari Kulit, Ini Tanda-tandanyaIdul Adha, MSL Bondowoso Gelar 1000 Paket Sembako, Yakin Gak Akan Scam Sebelum Lebaran?
Dari penuturan sang ibu, Dimas merupakan anak yang baik, dia bahkan tampak sangat gembira saat momen kelulusannya.
Sang Ibu menyebut, Dimas mengaku sangat bahagia sudah lulus sekolah dan berencana akan langsung kerja.
“Ngirim surat kelulusan, Mi aku udah lulus Mi, besok aku mau kerja, aku udah lulus,” ujarnya menirukan suara anaknya.
Sang Ibu juga menceritakan saat ngontak tersebut posisi sang anak masih berada di Tangkuban Perahu. Dia juga menceritakan rencana sang anak untuk kerja agar bisa membantu perekonomian keluarga, dia bahkan meminta Uminya untuk tidak bekerja karena dia yang akan menggantikannya menjadi tulang punggung keluarga dan mencari uang untuk adik adiknya.
Sang ibu juga menceritakan, untuk membayar biaya Studi tur Rp800 ribu, Mahesa dengan sahabatnya Dimas harus bekerja sebagai kuli pasir.
Mereka mengumpulkan upah dari bekerja sebagai kuli angkut pasir selama berhari-hari, demi bisa melunasi pembayaran biaya perpisahan tersebut.
Hal itu mereka lakukan bersama agar bisa berangkat perpisahan ke Bandung bersama dengan teman-temannya seperti yang sudah direncanakan dari awal.
Baca Juga:Bisa Turunkan Berat Badan, Ini 9 Khasiat Jahe Merah yang Penting Untuk KesehatanJadwal SIM Keliling di Bandung Dalam Satu Pekan Ini
Keduanya diketahui sudah bersahabat sejak lama, karena rumah mereka juga berdekatan dan sekolah ditempat yang sama. Sehingga banyak aktifitas keseharian yang dilakukan berdua.
Bahkan sampai kematian mereka juga bersama, banyak yang menitikkan air mata saat tahu mereka ditemukan meninggal di tempat kejadian dalam posisi saling berpelukan.
