“Aduh apalagi kalau di pesisir, faktor ekonomi keluarga pinjam (uang) boga budak nu geulis teu dibayar kawinkan (pinjam uang ga bisa bayar, punya anak cantik nikahi),” singkatnya.
Di tempat yang sama, Deputy General Director of Social Development, Ministry of Women Affairs (MoWA) Kamboja, Sar Sineth mengakui bahwa Sukabumi memiliki program pencegahan perkawinan anak.
Hal itu lah yang menurutnya bisa dipelajari dari Kabupaten Sukabumi.
“Untuk kamboja sama Indonesia untuk pernikahan dini hampir sama, di Kamboja itu banyaknya di perbatasan yang pendidikannya kurang (sehingga) banyaknya perkawinan muda,” ujarnya yang didampingi translator.
Baca Juga:Kronologi Penyerangan SPBU di Bogor, Berawal Dua Kelompok Hendak TawuranJalur Perseorangan di Pilkada 2024 Sepi Peminat, Pengamat Singgung Tingginya Cost Politik
“Yang penting adalah Sukabumi sudah implementasi untuk pencegahan perkawinan anak, angkanya menurun jadi harap bisa bekerjasama dengan Sukabumi dengan dan lembaga lain,” tutupnya. (RAS)
