Netanyahu Tunda Penyerbuan ke Rafah, Usai Iran Luncurkan Rudal dan Drone ke Arah israel

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Antar/Xinhua)
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Antar/Xinhua)
0 Komentar

Jabar Ekspres – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah putuskan untuk menunda invasi darat ke kota Rafah di selatan Jalur Gaza, menurut laporan lembaga penyiaran publik negara melalui Antara, Minggu (14/4).

Penundaan tersebut terjadi setelah menyusul serangan balasan yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh Iran terhadap Israel.

Iran meluncurkan sekitar 300 rudal dan drone ke arah Israel pada Sabtu malam (13/4). Tel Aviv mengaku telah mencegat sebagian besar dari rudal dan drone tersebut.

Baca Juga:Jojo: Mentalitas Aspek Utama Tampil maksimalJojo Raih Mahakota Juara Badminton Asia Championship 2024

Terhitung lebih dari 33.700 warga Palestina, yang sebagian besar perempuan dan anak-anak, telah tewas di Gaza, selain kehancuran massal dan kondisi kelaparan.

Netanyahu bersikeras untuk menyerang Rafah karena dirinya mengeklaim tempat tersebut merupakan “benteng terakhir Hamas,”, tempat sekitar 1,4 juta pengungsi Palestina berlindung dari serangan yang tidak pernah berhenti.

“Kemenangan ini memerlukan masuk ke Rafah dan penghapusan batalion teroris di sana. Itu akan terjadi – ada tanggalnya.”

Menurut media penyiaran publik itu, penundaan operasi darat terjadi setelah berkonsultasi dengan aparat keamanan Israel.

0 Komentar