JABAR EKSPRES – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menyiapkan 100 ton beras pada kegiatan operasi pasar murah (OPM) selama Ramadan.
Penjabat (Pj) Bupati Bandung Barat, Arsan Latif mengatakan, OPM dilakukan guna menjaga stabilitas harga. Selain itu, kegiatan pasar murah ini juga bagian dari meningkatkan daya beli masyarakat.
“Beras-bwras ini kita gelar nantinya di kegiatan OPM selama Ramadan ini di 16 kecamatan,” katanya di Ngamprah, Rabu (20/3/2024).
Baca Juga:FGD Rotasi Ramadan Digelar di Kabupaten Bandung: Bangun Masyarakat Harmonis161 Peserta Lolos Tes Paskibraka Kota Cimahi 2024, Pemerintah Siapkan untuk Melaju ke Tahap Selanjutnya
Ia menjelaskan, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) selama Ramadhan ini dijual lebih murah yakni Rp10. 600 per kilogram dari sebelumnya Rp10.900 per kilogram.
“Ramadhan kali ini, beras subsidi tersebut bisa dibeli hanya dengan Rp 10.600 per kilogram yang dikemas 5 kg per karung menjadi Rp 53.000,” katanya.
Ia menambahkan, program tersebut merupakan salah satu upaya Pemkab Bandung Barat dalam membantu masyarakat dalam mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga murah.
“Ini adalah rangkaian kegiatan kewajiban pemerintah daerah untuk membantu masyarakat. Salah satu programnya adalah OPM beras murah,” katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, pelaksanaan OPM tersebut bakal dilaksanakan di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Bandung Barat selama bulan Ramadhan 1445 Hijriah.
“Kita siapkan 100 ton beras untuk 16 kecamatan di KBB, kita akan terus berusaha maksimal dan mudah-mudahan bisa tepat sasaran,” katanya.
Ia menegaskan, Pemkab Bandung Barat pun terus berupaya memenuhi kebutuhan pokok masyarakat lainnya dengan harga yang terjangkau.
Baca Juga:AN Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pasar Sindang Kasih Ditahan, Kuasa Hukum Bilang BeginiRamadan Tahun Ini, Pengemis dan Gelandangan Serbu Kota Cimahi
Salah satunya dengan langsung mencari penyedia atau pengusaha kebutuhan pokok tersebut.
“Jadi saya perintahkan (OPD) untuk segera cari dimana supaya bisa kita beli (kebutuhan pokok) seperti, daging ayam, telur dan lainnya. Jadi kita beli dan jual lagi seperti ini, supaya warga tidak membeli dengan harga pasar,” katanya.
“Kenapa begitu? Kalau di pasar kan biaya lagi ke pasar, jadi kita potong biaya yang di keluarkan masyarakat untuk mendapat bahan pokok itu sehinga terasa betul,” tandasnya. (Wit)
