JABAR EKSPRES – Jumlah perawat di Jawa Barat (Jabar) mencapai 102.117 tenaga. Tentu harapan ke depan dari Persatuan Perawat Nasional (PPNI) Jabar, pihaknya bakal tetap siap bersinergi dengan Pemerintah Jabar dalam urusan memberi bantuan dan pendampingan.
Hal tersebut diungkapkan Ketua DPW PPNI Jabar, Dr Budiman saat memberi sambutan dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) PPNI ke-50 tahun, di Kantor DPW PPNI Provinsi Jabar, Kota Bandung, pada Minggu (17/3). Bahwa pihaknya bakal bersinergi mendampingi program kesehatan se-Jabar.
“Selain itu dengan adanya UU Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023, maka harapan PPNI Jawa Barat pada Pemerintah Propinsi Jawa Barat perlu peraturan gubernur atau Peraturan Daerah Jawa Barat tentang Keperawatan,” ungkap Budiman.
Baca Juga:Perang Samping Bikin Resah Warga, 13 Remaja di Sukabumi Diamankan PolisiPemerhati Pemerintah Kota Banjar: Parpol Jangan Asal Rekom Cawalkot
“Sebagai satu bentuk penguatan pelayanan keperawatan di Jawa Barat dan juga sebagai alat untuk memperkuat peningkatan kesejahteraan perawat,” sambungnya.
Adapun langkah strategis PPNI Jawa Barat dalam mendukung kinerja dan kesejahteraan perawat, kata Budiman, yakni memperkuat posisi PPNI Jawa Barat untuk berkolabarasi dengan berbagai stakeholder. Salah satunya dengan BPJS Jawa Barat.
Dia mengungkapkan, seperti diketahui bahwa layanan di rumah sakit untuk pasien atau klien 80% berhubungan dengan layanan keperawatan. Dimana hal ini diberikan selama 24 jam oleh tenaga kesehatan perawat dalam menjaga dan merawat pasien.
Sehingga, lanjutnya, perlu ada layanan keperawatan yang secara khusus masuk dalam hitungan biaya BPJS misalnya tentang perawatan luka. Selain itu, pihaknya harapkan ada penguatan dalam praktik mandiri keperawatan.
Hal demikian berguna supaya dapat masuk jaminan BPJS saat pasien/klien/masyarakat membutuhkan layanan keperawatan kunjungan rumah. “Langkah strategis lainnya PPNI Jawa Barat terus bersinergis terutama dengan Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Barat, Perwakilan BKKBN Jawa Barat, dan lainnya,” ujar Budiman.
Termasuk, kata Budiman, pihaknya terus memperkuat layanan kompetensi perawat dengan mengoptimalkan pergerakan Badan Diklat DPW PPNI Jawa Barat. Lantaran kondisi perawat di Jawa Barat mengalami perkembangan yang siginfikan.
Apalagi tenaga perawat di Jawa Barat menjadi role model/center perkembangan keperawatan di Nasional. “Kita ketahui PPNI berdiri tanggal 17 Maret 1974 adalah di Jawa Barat. Perkembangan diantaranya keilmuan keperawatan terus berkembang sejajar dengan profesi lainnya,” ucapnya.
