Gegara Ikon Kuda Ebeg Milik Paten Banyumas, Logo HUT ke-21 Kota Banjar Tuai Polemik

Konsep Logo HUT ke 21 Kota Banjar memuat konsep seni budaya Kuda Ebeg milik hak paten Kabupaten Banyumas pasa bagian atas angka duanya. (Isitmewa)
Konsep Logo HUT ke 21 Kota Banjar memuat konsep seni budaya Kuda Ebeg milik hak paten Kabupaten Banyumas pasa bagian atas angka duanya. (Isitmewa)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Atet Handiyana JS yang berencana akan mencalonkan diri sebagai Wali Kota Banjar pada Pilkada tahun 2024 ini angkat bicara soal konsep logo HUT KE 21 Kota Banjar.

Menurutnya dalam konsep logo yang sudah final dan sudah ditetapkan oleh Pemkot Banjar itu mengandung ikon seni budaya yang sudah dipatenkan oleh Kabupaten Banyumas, yakni ikon seni budaya Kuda Ebeg.

“Tentu ada kekhawatiran adanya sikap berkeberatan atau lebih jauh adanya tuntutan hukum dari Pemkab Banyumas apabila lambang Ebeg dipakai sebagai logo HUT 21 Kota Banjar,” katanya.

Baca Juga:Urban Future, Bandung jadi Salah Satu Kota yang Terlibat di IndonesiaRidwan Kamil: Hati Cenderung Lanjutkan Jabar Jilid 2

Ia menyarankan agar Pemkot Banjar segera merivisi dan menghapus lambang Kuda Ebeg pada angka dua logo tersebut.

“Saran saya, lebih baik lambang Kuda Ebeg itu dihilangkan saja. Kemudian masukan saya untuk Pemkot Banjar, kedepan agar dalam hal pembuatan logo atau tema agar dilakukan dengan hati-hati dan melakukan kajian yang benar agar terhindar dari persoalan sosial dan hukum,” katanya.

Sementara itu, Menurut Kepala Bagian Umum Setda Kota Banjar, Mamat Rahmat, mengaku tengah mendiskusikan hal ini ke tingkat pimpinan yakni Sekretaris Daerah dan Pj Wali Kota.

“Logo ini hasil sayembara, kita sudah sarankan kepada pemenang sayembara untuk segera mengganti logo Kuda Ebeg itu. Kita juga sudah mendapat laporan terkait hal ini, sedang ditindaklanjuti,” katanya. (CEP)

0 Komentar