Selisih Harga Beras dan GKG Tinggi, Distribusi Patut Didalami!

JABAR EKSPRES – Januari atau awal 2024 ini jadi angin segar bagi para petani di Jabar. Karena Nilai Tukar Petani (NTP) naik 0,10 persen. NTP Januari 2024 ini ada di angka 113,97 persen. Sementara pada bulan sebelumnya ada di angka 113,86.

Kepala BPS Jabar Marsudijono mengungkapkan, kenaikan NTP itu ditopang dari sektor tanaman pangan yang naik sebesar 1,35 persen.

“Ini bisa menutup beberapa sub sektor lainya yang cenderung lagi turun,” katanya.

BACA JUGA: 2.559 KPM Kelurahan Utama Cimahi Terima Bantuan Pangan

Sub sektor yang mengalami penurunan cukup tinggi adalah hortikultura dengan -4,43 persen. Lalu sektor peternakan -0,56 persen. Namun jika dibandingkan beberapa provinsi di Pulau Jawa, kenaikan NTP Jabar masih kalah dengan DIY. Kenaikannya sampai 1,05 persen. NTP Jabar juga masih kalah dengan angka nasional yang tembus 118,27 persen.

Masih dalam sektor pertanian, harga Gabah Kering Panen (GKP) juga tengah naik. Kenaikannya dari Rp 6.622 per kilogram jadi Rp 6.849 per kilogram atau naik 3,42 persen.

Sementara harga beras kualitas premium di penggilingan juga naik 4,63 persen. Dari Rp 13.093 menjadi Rp 13.699. Lalu untuk beras medium dari Rp 12.855 menjadi Rp 13.271.

Menurut Marsudijono, selisih rata-rata harga beras dengan Gabah Kering Giling (GKG) sebesar Rp 5.263. Hal itu patut jadi perhatian sehingga membuat harga beras di pasaran melambung. “Perlu kajian dalam, jangan-jangan ada kesalahan pola distribusi atau lainnya,” tuturnya.(son)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan