Cerita Pendaki Tersesat di Gunung Pangrango, Mau Pulang Tertutup Kabut

Ilustrasi: Pendaki Gunung Pangrango.
Ilustrasi: Pendaki Gunung Pangrango. (Foto: Traveloka)
0 Komentar

BOGOR, JABAR EKSPRES – Tim SAR gabungan berhasil menemukan 16 orang pendaki tersesat di Gunung Pangrango, Bogor, Jawa Barat, Senin (29/1).

Seorang pendaki bernama Dedi Saefuloh menceritakan, bahwa dirinya bersama rombongan hendak menuju Curug Cijambe yang berada di Gunung Pangrango.

Tujuan ke Curug Cijambe itu kata dia hanya sebatas tadabbur alam dan menikmati keindahan dari Curug itu sendiri.

Baca Juga:Komisi III: Pembangunan Pasar Jambu Dua Capai 82 Persen, Usai Lebaran Bisa BeroperasionalLakukan Assessment, PVMBG Ungkap Dugaan Penyebab Longsor di Cibadak Sukabumi

Mengutip buku Jejak Wisata Dokter susunan Jondri Akmal, dkk. (2021), tadabbur alam adalah sarana pembelajaran untuk mengenal Allah SWT yang telah menciptakan langit dan bumi beserta seluruh isinya.

Tadabbur alam dapat membersihkan diri dan jiwa dari energi-energi negatif yang bersemayam.

“Jadi bukan ziarah ya, jadi lebih ke tadabbur alam saja, saya berangkat awalnya 13 orang, tapi dari anggota rombongan anaknya pingin ikut nangis, jadi totalnya ada 16 orang,”ujarnya kepada kepada Jabar Ekspres.

Dedi yang merupakan warga Desa Cileungsi, Kecamatan Ciawi itu menceritakan, dia berangkat ke Curug sekitar pukul 13.00 WIB. Melalui jalur Pasir Banteng (Cibedug) dan pulang melalui Pasir Pogor.

Rombongan yang tergabung dalam paguyuban Sir Buni Kasih itu saat pulang usai mengunjungi Curug. Kondisi di Gunung Pangrango hujan disertai kabut.

Sehingga mereka merasa kegelapan sampai harus membuka jalur baru. Dikarenakan jalur yang ada tak terlihat.

“Jadi ada keterlambatan, kalo hujan deras engga, kabut sama hujan rintik lama. Yang bikin sulit karena gelap dan hujan. Saya ikutin jalur lama, tapi kan musim hujan jalan bekas orang udah nutup lagi, jadi terpaksa buka jalur,” paparnya.

Baca Juga:Bima Arya Titipkan Tiga Hal Penting untuk Pembangunan di Kecamatan Bogor TengahRudy Susmanto Ajak Semua Elemen Bantu Pj Bupati Membangun Bogor

Dia juga menceritakan bertahan hidup ditengah-tengah hutan lebat, mereka kesulitan air karena tidak membawa air minum.

“Untuk peresmian makanan, beras lauk pauk kopi Kebawa lagi, kesulitan dari air, sengaja ga bawa air karena tujuannya ke Curug,” katanya.

Saat ditanya ada wasiat atau wangsit dari leluhur, ia mengatakan ada, namun tidak bisa diungkapkan lantaran ada pakem tersendiri.

0 Komentar