“Kita kesana ibarat ya ibarat hutan ada penunggunya, tidak lebih dari itu, jalur tafakur, tadabur sama tasyakur,” tuturnya.
Tak hanya itu, sambung Dedi, sebelum berangkat merekapun melakukan tawasul dan doa terlebih dahulu.
“Ya tawasul, dimanapun kita berangkat zikir selalu. Sebelum berangkat zikir, berdoa ya sudah satu kewajiban ,” pungkasnya. (SFR)
