Sementara itu, CEO & Founder Venambak, Achmad Jerry menyampaikan, Venambak mengembangkan sistem aerasi terintegrasi dengan mangrove guna meningkatkan produktifitas budidaya namun dengan resiko yang berkurang terhadap lingkungan.
“Saat ini fokus kami adalah para petambak individu dan tradisional, salah satunya di daerah pesisir. Kolaborasi bersama JNE dan Yayasan Wanadri merupakan langkah strategis kami untuk mencapai tujuan besar yang kami harapkan, yaitu membantu para petambak untuk meningkatkan kapasitas usaha tambak berdaya saing dan berkelanjutan,” katanya.
Ia juga menyampaikan terima kasih terhadap dukungan dari JNE dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan untuk penyediaan aerator VENJET bagi petambak di pesisir utara Subang.
Baca Juga:Komunitas PCX Club Bandung Ikuti Pelatihan Keselamatan BerkendaraHarga Tiket dan Jadwal KA Malabar Bandung-Malang, Mulai Rp240 Ribuan!
Dalam kesempatan yang sama, President Director West Java Conservation Trust Fund, Irawan Marhadi menyampaikan, Yayasan Wanadri berkomitmen untuk dapat mendampingi dan menjadi fasilitator terhadap langkah–langkah memajukan, melestarikan, serta memaksimalkan pemanfaatan hasil alam.
“Melihat potensi negeri bahari ini kita dituntut untuk dapat berkolaborasi dengan segala sektor dalam pemanfaatannya, di sini kami hadir untuk mewadahi para Petambak di Subang, Jawa Barat dengan berbagai program salah satunya dukungan dan kerjasama bersama JNE dan Venambak, semoga ke depannya langkah–langkah ini dapat bermanfaat bagi lingkungan, para penambak dan negara Indonesia tentunya,” ujar Irawan.
