Pedagang PSC Terdampak PKL yang Menjamur, Pengelola Pasar: Itu Tanggung Jawab Pemkab Bandung

Ilustrasi: Situasi warga beraktivitas di Pasar Sehat Cileunyi, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. (Pandu Muslim/Jabar Ekspres)
Ilustrasi: Situasi warga beraktivitas di Pasar Sehat Cileunyi, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. (Pandu Muslim/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Pasar Sehat Cileunyi (PSC), yang berlokasi di wilayah Desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung kian hari semakin menjamur.

Pengelola PSC dari PT Biladi Karya Abadi (BKA), Arman mengatakan, pihaknya mengalami dampak pemasukan menurun akibat menjamurnya PKL di kawasan pasar.

“Dampak buat pedagang resmi PSC omzetnya menurun, karena konsumen sudah keburu membeli kebutuhan mereka di luar pasar, pada beli ke PKL,” kata Arman kepada Jabar Ekspres di ruang kerjanya, Rabu (24/1).

Baca Juga:Bandingkan dengan Negara Tetangga, PHRI Kota Bogor Minta Kenaikan Pajak Hiburan Dibatalkan*Kolam Retensi Gedebage hingga Trotoar jadi Target Pembangunan DSDABM Bandung di Tahun 2024

Menurutnya, selain omzet para pedagang pasar yang menurun, pemasukan terhadap pengelola pun tidak mengalami perkembangan.

Bahkan disampaikan Arman, tak sedikit pedagang resmi PSC memutuskan untuk angkat kaki, menutup kios mereka akibat konsumen yang sedikit karena sudah diserap PKL.

“PKL-PKL ini posisinya di luar pasar, mereka jualan segala macam. Dari bagian depan sampai belakang pasar itu sudah banyak PKL berjualan,” bebernya.

Arman menerangkan, sebelumnya pedagang resmi PSC ada sebanyak 600 kios, namun sekarang kondisinya menurun jadi 250 toko yang aktif.

“Sisanya, selain ditinggal pemiliknya, banyak kios-kios yang sudah rusak dan hancur,” terangnya.

Dijelaskan Arman, perbandingan para pedagang resmi PSC yang saat ini masih aktif dengan PKL yang ada, selisih jumlahnya pun tergolong tinggi.

“Di belakang pasar saja PKL yang saya tahu itu jumlahnya sekitar 150 pedagang, apalagi kalau disatukan dengan PKL sampai ke bagian depan,” jelasnya.

Baca Juga:APK yang Bahayakan Pengguna Jalan Jadi Sorotan Bawaslu BandungJelang Pesta Demokrasi, Asmawa Tosepu Optimis Pemilu di Kabupaten Bogor Sukses dan Aman

Arman menilai, menjamurnya PKL di kawasan PSC bukanlah tanggungjawab pengelola pasar, namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung yang harus bisa menertibkannya.

“Bukan tanggungjawab kami, mereka tidak ada di bawah naungan pengelola pasar. Seperti area depan itu ada lahan Pemkab Bandung dan banyak PKL,” imbuhnya.

“Otomatis itu ranah dan kewenangan Pemkab Bandung, bukan tanggungjawab kami. Untuk penertiban harusnya pemerintah,” tukas Arman.

Sementara itu, seorang pedagang kelapa di PSC, Dani Ramdani (30) mengaku, penjualannya mengalami penurunan yang signifikan dari tahun ke tahunnya.

“Saya dari awal sudah berjualan di sini, posisi kiosnya juga gak pindah. Kalau penjualan jelas menurun karena sampah dan PKL,” ujarnya.

0 Komentar