JABAR EKSPRES – Pegiat literasi sekaligus pendiri Ruang Baca Komunitas (RBK) Kota Banjar, Sofian Munawar mendorong agar para guru di Kota Banjar membuat karya yang berisi materi tambahan bagi para siswa di sekolah. Pembuatan karya itu kata dia, harus didukung oleh Dinas Pendidikan setempat.
“Sementara LKS atau buku semacamnya yang saat ini dijual ke sekolah-sekolah dan banyak beredar justru kualitasnya dibawah standar. Hanya membebani orang tua siswa saja tanpa nilai tambah yang baik secara akademik,” kata Sofian Munawar.
Jika ingin ada nilai tambah harus digali dari ‘local wisdom’, ditulis langsung oleh para guru setempat, jadi buku tambahan yang merupakan karya dari para guru di Kota Banjar.
Baca Juga:Miftah Al Ghauts Ingin Hidupkan Lagi Program Pro Rakyat Era Presiden SBYPKS Kota Bogor Punya Modal Kampanye Terbesar, Tembus Rp1,5 Miliar
“Buku pedoman pembelajaran itu untuk tambahan memperkaya wawasan siswa boleh-boleh saja, tapi sifatnya tidak wajib,” ucapnya.
Justru kata dia, yang wajib itu yang sudah disediakan di laman Kemendikbud. Pertanyaannya, apakah materi yang ada di laman Kemendikbud sudah tersampaikan semua kepada siswa?
“Karena LKS itu sekarang dibuat oleh guru langsung, jadi tidak boleh ada intervensi atau pengarahan untuk pembelian buku dari luar yang harus dibeli oleh siswa atau orang tua siswa. Apalagi ada paksaan. Saya tidak memerintahkan dan kalau pun ada di Kota Banjar, saya tidak tahu itu buku-buku dari mana,” kata Surdam. (CEP)
