Niat Puasa Ganti Qadha Ramadhan: Arab, Latin dan Terjemah di Bulan Rajab

JABAR EKSPRES – Berikut di bawah ini niat puasa ganti atau qadha Ramadhan lengkap dengan bacaan arab, latin dan terjemah di bulan Rajab.

Dua bulan lagi, umat muslim akan memasuki bulan penuh berkah, bulan Ramadhan 1445H/2024 M. Bagi yang memiliki utang puasa, bisa segera melunasinya dan mengerjakan puasa qadha Ramadhan di bulan Rajab ini.

Dilansir dari NU Online, bulan Rajab menjadi salah satu di antara empat bulan mulia, yaitu Muharram, Rajab, Dzulhijjah, dan Dzulqa’dah. Salah satu amalan yang bisa dikerjakan di bulan Rajab adalah berpuasa.

Beberapa masyarakat bertanya-tanya, apakah bisa menggabungkan puasa qadha Ramadhan dengan puasa sunnah Rajab? Berikut penjelasannya.

Bolehkah Niat Puasa Rajab dan Qadha Ramadhan Digabung?

Puasa qadha Ramadhan dilakukan untuk mengganti puasa yang ditinggalkan selama Ramadhan karena adanya halangan seperti sakit, dalam perjalanan, atau haid bagi perempuan. Hukum mengerjakan puasa qadha Ramadhan adalah wajib.

Jika di antara umat muslim ingin menggabungkan niat puasa Rajab dengan puasa qadha’ Ramadhan hukumnya diperbolehkan (sah) dan pahala keduanya bisa didapatkan.

Dikutip JabarEkspres.com dari NU Islam, menurut Syekh al-Barizi, meski hanya berniat mengqadha’ puasa Ramadhan, secara otomatis pahala puasa Rajab pun bisa didapatkan.

BACA JUGA: Hati-hati, Tidak Semua Amalan di Bulan Rajab Sesuai Sunnah Rosulullah

Niat Puasa Ganti Qadha Ramadhan

Dilansir dari situs NU Lampung, adapun ketentuan melakukan qadha puasa Ramadhan wajib membacakan niat puasa qadhanya pada malam hari.

Hal itu seperti diterangkan oleh Syekh Sulaiman Al-Bujairimi dalam Hasyiyatul Iqna’-nya sebagai berikut:

“Artinya: Disyaratkan memasang niat di malam hari bagi puasa wajib seperti puasa Ramadhan, puasa qadha, atau puasa nadzar. Syarat ini berdasar pada hadits Rasulullah saw, “Siapa yang tidak memalamkan niat sebelum fajar, maka tiada puasa baginya.” Karenanya, tidak ada jalan lain kecuali berniat puasa setiap hari berdasar pada redaksi zahir hadits,” (Lihat Syekh Sulaiman Al-Bujairimi, Hasyiyatul Iqna’, [Darul Fikr, Beirut: 2007 M/1428 H], juz II).”

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan