Sejak tahun 1999, telah terjadi tiga pertempuran laut berdarah antara kedua negara di sepanjang perbatasan laut yang disengketakan ini, dengan dua serangan yang diyakini dilakukan oleh Korea Utara yang menewaskan 50 warga Korea Selatan pada tahun 2010.
Kunjungan Kim Jong Un ke pabrik amunisi juga bisa memiliki kaitan dengan pasokan senjata konvensional Korea Utara yang dilaporkan telah diberikan ke Rusia sebagai ganti teknologi persenjataan Rusia yang canggih.
Foto-foto yang dirilis oleh Korea Utara menunjukkan kendaraan peluncur rudal, dan KCNA melaporkan bahwa pabrik-pabrik tersebut sedang melakukan rencana untuk mengerahkan senjata baru ke unit-unit rudal utama.
Baca Juga:Bansos Plus Jadi Program Anies Jika Terpilih di Pilpres 2024Pemerintah Ekuador Perang Melawan Geng Narkoba yang Terdiri Lebih dari 20.000 Orang
Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, John Kirby, menyatakan bahwa rudal-rudal yang dipasok oleh Korea Utara telah ditembakkan ke kota Kharkiv, Ukraina, pada tanggal 6 Januari. AS berencana untuk membahas masalah ini dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB dan menekankan bahwa pengalihan rudal balistik dari Korea Utara melanggar beberapa resolusi PBB.
Dalam sebuah pernyataan bersama, para diplomat dari 48 negara termasuk Korea Selatan, Amerika Serikat, Jepang, dan Uni Eropa mengutuk ekspor rudal Korea Utara dan penggunaan senjata tersebut oleh Rusia terhadap Ukraina.
