Penumpukan Sampah hingga Sumbat Saluran Air di Perbatasan Cimahi-Bandung Barat

Penumpukan Sampah hingga Sumbat Saluran Air di Perbatasan Cimahi-Bandung Barat
Penumpukan Sampah hingga Sumbat Saluran Air di Perbatasan Cimahi-Bandung Barat
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Banjir kiriman terjadi karena air dari hulu diwilayah Kota Bandung dan Jalan Pasantren Bandung Barat turun deras ke Kota Cimahi.

Selain karena air dari bagian atas Kota Bandung dan Kabupaten Bandung, diduga saluran drainase yang kurang memadai juga menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir dimana-mana. Terutama di wilayah Cigugur Tengah, Kota Cimahi.

Pasalnya, saluran drainase yang kurang memadai tersebut tidak mampu menampung air yang turun deras. Sehingga air yang turun tersebut meluap dan menggenangi dan merendam beberapa rumah warga.

Baca Juga:Villa di Sukabumi Dirusak Penyewa, Ada Temuan Peti Berisi Uang MainanJalur Kereta Api Menuju Cicalengka, Kembali Normal usai Adu Banteng KA Turangga dan Commuter 350

Asep Satria menyatakan belum lama ini, Cigugur Tengah, Kota Cimahi rutin mengalami banjir yang berasal dari Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat ketika terjadi hujan lebat di wilayah Bandung Raya.

“Wilayah kami, Cigugur Tengah, menjadi yang paling terdampak. Sebagian besar rumah di area ini mengalami genangan air setinggi 50 sentimeter,” tutur pria berusia 33 tahun saat diwawancarai oleh Jabar Ekspres belum lama ini.

Di akhir tahun 2023, ujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan banjir, diduga kiriman air dari Parongpong, Kabupaten Bandung Barat.

Banjir tersebut berdampak hingga wilayah Cilember, Cigugur, hingga Mahar Martanegara Kota Cimahi. Menurut penuturan warga sekitar, wilayah tersebut memang sudah menjadi langganan setiap hujan deras dengan intensitas tinggi.

“Wilayah sini memang sudah jadi langganan setiap hujan deras turun, dan sampai sekarang masih belum ada solusi untuk menangani banjir ini,” ucap Esa (32) saat di jumpai Jabar Ekspres beberapa waktu lalu.

Penumpukan Sampah hingga menjalar ke ruas jalan, hal ini disebabkan oleh minimnya TPS di Desa Sariwangi, Kabupaten Bandung Barat yang berbatasan dengan Kota Cimahi

Ketika hujan dengan intensitas tinggi, menyebabkan saluran air tersumbat sampah dan air meluap hingga ruas jalan dan turun ke wilayah Kota Cimahi.

Baca Juga:Tabrakan Kereta di Cicalengka Bandung, Dirut PT KAI Beberkan Situasi TerkiniPakar Sarankan Segera Bangun Jalur Ganda Usai Insiden Adu Banteng Commuter Line dan KA Turangga

Salah satunya adalah di RW. 13 Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, di mana masalah tumpukan sampah menjadi sorotan utama.

Kondisi ini seolah diabaikan oleh masyarakat setempat, meskipun mereka menyadari potensi bencana seperti banjir atau penyumbatan saluran air yang bisa terjadi akibat tumpukan sampah tersebut.

0 Komentar