JABAR EKSPRES– Film Operasi Pesta Copet menjadi salah satu karya yang cukup menarik perhatian penonton Bandung. Film debut penyutradaraan musisi asal Bandung, Edy Khemod, tersebut akhirnya menyapa langsung warga Kota Kembang melalui rangkaian Geng Copet Keliling, Sabtu (29/8/2026).
Kehadiran film yang diproduksi Imajinari, bekerja sama dengan Angin Segar dan Boss Creator ini sekaligus menjadi momen spesial bagi Edy Khemod. Selain dikenal sebagai personel grup musik Seringai, Khemod selama ini juga banyak terlibat sebagai show dan creative director dalam berbagai pertunjukan musik.
Dalam kunjungannya ke Bandung, sejumlah pemeran turut hadir untuk merayakan penayangan film bersama penonton. Mereka di antaranya Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, Kawai Labiba, Fauzan Lubis, serta produser Dipa Andika.
Baca Juga:Peringati HUT ke-20, Mulia Boga Raya Pererat Kemitraan Strategis dengan Bel S.A.Jelajahi Kuliner Legendaris Bandung dalam Satu Destinasi di Festival Kuliner Bandung
Warga Bandung berkesempatan bertemu langsung dengan para pemain dan tim produksi di sejumlah bioskop, yakni CGV BEC Mall, Empire XXI, dan Istana Plaza Cinepolis. Di CGV BEC Mall, film tersebut dijadwalkan tayang pada pukul 13.50, 16.10, 18.30, dan 20.50 WIB. Sementara itu, penayangan di Empire XXI berlangsung pukul 20.50 WIB dan Istana Plaza Cinepolis pada pukul 21.15 WIB.
Bukan sekadar menghadirkan cerita tentang aksi pencopetan, Operasi Pesta Copet berangkat dari keresahan Edy Khemod terhadap fenomena copet yang kerap muncul dalam konser musik. Namun, keresahan tersebut kemudian dikembangkan menjadi cerita yang lebih luas dengan membawa persoalan ketimpangan ekonomi dan perjalanan persahabatan empat orang sahabat.
Menariknya, proses hingga film ini akhirnya dapat disaksikan di bioskop membutuhkan waktu cukup panjang. Sejak gagasan awal dicetuskan hingga resmi tayang pada 27 Agustus 2026, Khemod dan tim membutuhkan waktu sekitar tiga tahun untuk mewujudkan cerita tersebut ke layar lebar.
Khemod sebelumnya membawa gagasan mengenai operasi pencopetan yang dilakukan di sebuah festival musik terbesar kepada Imajinari. Dari gagasan tersebut, cerita kemudian berkembang menjadi sebuah film yang memadukan unsur komedi, persahabatan, aksi, hingga realitas sosial.
Salah satu bagian paling menantang dalam proses produksi justru terjadi ketika tim harus mengambil gambar di tengah kerumunan penonton festival musik Pestapora.
