“Setiap tahun kami selalu merasa khawatir, terutama menjelang musim hujan, saat sampah bisa menyumbat saluran air dan menyebabkan banjir,” ujar Agus, Ketua RW. 13 Desa Sariwangi Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat pada Jabar Ekspres, Sabtu 6 Januari 2024.
Agus menerangkan, penanganan permasalahan sampah yang menumpuk ini memerlukan kerja sama semua pihak. Kadang-kadang, masyarakat cenderung meremehkan situasi ini ketika belum terjadi bencana yang nyata.
Sosialisasi tentang pengelolaan sampah dan permasalahan sampah menjadi langkah penting yang diambil oleh perangkat desa. Meskipun pemerintah telah memberikan instruksi terkait permasalahan sampah, kesadaran masyarakat perlu terus ditingkatkan.
Baca Juga:Villa di Sukabumi Dirusak Penyewa, Ada Temuan Peti Berisi Uang MainanJalur Kereta Api Menuju Cicalengka, Kembali Normal usai Adu Banteng KA Turangga dan Commuter 350
“Kami sudah sering melakukan sosialisasi kepada warga, namun penanganan permasalahan sampah ini juga sangat bergantung pada kesadaran masyarakat,” ujar Ketua RW. 13 tersebut.
Sejak tahun 2012 hingga saat ini, masyarakat setempat telah mengelola sampah secara mandiri dan menyimpannya di lahan milik mereka sendiri.
Yadi, salah seorang warga RW. 13, menjelaskan, “Awalnya, sampah dari perumahan di sini diurus oleh ayah saya, diambil setiap Selasa dan Jumat. Kami memulainya sejak tahun 2012,” paparnya.
Warga tersebut juga memisahkan sampah rongsok dari sampah organik, dan setiap Selasa atau Jumat, ada pengumpul sampah yang mengambil sampah rongsoknya.
Namun, kendala yang dihadapi oleh warga terkait penampungan sampah akhir saat ini adalah penutupan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sarimukti. Oleh karena itu, warga merasa kesulitan dalam membuang sampah yang terus menumpuk.
“Kendala saat ini adalah penutupan TPA Sarimukti, tetapi kami memiliki perjanjian dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat untuk mengambil sampah kami secara resmi,” tambah Yadi.
Tumpukan sampah di jalanan yang menyebabkan penyumbatan saluran pembuangan air juga disebabkan oleh perbedaan jadwal kendaraan pengangkut sampah. (Mong)
