JABAR EKSPRES – Sebagai moda transportasi KAI memiliki sejarah panjang. Dibawah ini ada 5 stasiun tertua yang aktif di Indonesia.
Pada 10 Agustus 1867, stasiun ini menjadi saksi dibukanya jalur KA pertama antara Tanggung-Kemijen sejauh 25 km, oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda.
Stasiun ini masih aktif, namun tidak ada KA yang berhenti di Stasiun Tanggung untuk menaik-turunkan penumpang, kecuali jika terjadii persusulan antar kereta.
Baca Juga:7 Keunggulan Naik Kereta Api Dibandingkan Transportasi Lain!Sejarah Kereta Api di Indonesia Dimulai pada Abad Ke-19!
- Stasiun Alastua dan Stasiun Brumbung
Stasiun Alastua dan Brumbung sama-sama diresmikan pada 10 Agustus 1867. Stasiun Alastua terletak di Semarang , sementara Stasiun Brumbung terletak di Demak.
Kedua stasiun ini memiliki keunikan yang sama, karena terletak di tengah jalur kereta api. Karena itulah, stasiun ini dinamai sebagai stasiun pulau.
Stasiun Alastua punya peran penting jika terjadi banjir di area Stasiun Semarang Tawang, karena dijadikan tempat perhentian KA dari arah timur yang hendak melintas ke arah barat dan sebaliknya. KA yang berhenti di stasiun ini adalah KA Kedungsepur relasi Ngrombo-Semarang Poncol.
Sementara KA yang berhenti di Stasiun Brumbung adalah KA Brantas (Pasar Senen-Blitar), KA Banyubiru (Solo Balapan-Semarang Tawang Bank Jateng pp), KA Joglosemarkerto (Purwokerto-Semarang Tawang Bank Jateng pp) dan KA Kedungsepur (Ngrombo-Semarang Poncol).
- Stasiun Lempuyangan
Stasiun Lempuyangan merupakan salah satu stasiun tertua yang pertama berdiri di Yogyakarta. Stasiun Lempuyangan ini, mulai dioperasikan pada tanggal 10 Juni 1872 dan ditujukan untuk pengangkutan komoditas dan mobilitas masyarakat di wilayah Vorstenlanden-Semarang.
Saat ini, Stasiun Lempuyangan menjadi tempat perhentian untuk KA kelas ekonomi dan campuran dari dan menuju berbagai kota di Pulau Jawa.
