JABAREKSPRES.COM, BANDUNG – PT Jaswita Jabar berencana mengelola sejumlah area komersil di kawasan Masjid Raya Al Jabbar. Pengelolaan yang dimaksud seperti, Galeri Rasulullah, area komersil, sempadan masjid, hingga parkir masjid.
Wacana pengelolaan itu masih bergulir di internal PT dan Biro BUMD, Investasi dan Administrasi Pembangunan (Biro BIA) Pemprov Jabar. Proposal rencana pengelolaan itu tengah dibahas Biro BIA.
Namun, lanjut Yusuf, ia tetap meminta terkait urusan di lapangan tetap dilimpahkan ke pihaknya. Artinya pihaknya menjadi sub kerja terkait pengelolaan tersebut. “Pengelolaan di lapangan diserahkan ke kami. Kami akan kelola dengan profesional,” tegasnya.
Baca Juga:Layanan BRI Buat Liburan Natal dan Tahun Baru Makin NyamanDiduga Tak Mengantongi Izin Aktivitas Tambang, 8 Truk Pengangkut Pasir di Jalan Simpenan Diamankan Polres Sukabumi
Yusuf menjelaskan, permintaan itu juga bukan tanpa alasan. Tujuannya adalah agar tetap bisa memprioritaskan warga sekitar untuk bisa berkaya di area komersil di kawasan masjid tersebut. Mulai dari petugas parkir, berdagang di area parkir c atau parkir bus, petugas kebersihan, hingga wahana wisata odong – odong yang kini sudah biasa operasional di area itu. “Warga sekitar tetap perlu diprioritaskan,” cetusnya.
LPM Cimincrang bersama warga sekitar sebenarnya juga telah memiliki sejarah terkait pengelolaan sejumlah area komersil di kawasan masjid tersebut. LPM Cimincrang termasuk yang menginisiasi Panser. Yaitu kumpulan jukir dari warga sekitar saat masa awal berdirinya masjid tersebut. Panser lahir sesaat setelah dibukanya Masjid Al Jabbar untuk umum. Waktu itu pengelolaan parkir, pedagang kaki lima, hingga lalu lintas masih semrawut.
