JABAR EKSPRES — Tumpukan sampah kembali ditemukan di aliran Sungai Citepus, wilayah Kelurahan Pelindung Hewan, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung. Kondisi tersebut mendorong petugas kewilayahan bersama Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung turun langsung melakukan pembersihan.
Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kelurahan Pelindung Hewan, Nia, mengatakan volume sampah yang menumpuk di lokasi cukup besar.
Dari proses pembersihan, sekitar satu ton sampah telah berhasil diangkat, sementara jumlah serupa diperkirakan masih berada di bagian bawah aliran sungai.
Baca Juga:Hotel Platinum Yogyakarta Gunakan CNG, Efisiensi Biaya Operasional Capai 30 PersenDua Tahun Beruntun, Kabupaten Tasikmalaya Sabet Juara 1 TPID Award Jawa-Bali
“Hari ini ada kegiatan bebersih di Sungai Citepus karena sampahnya sudah menumpuk. Sebagian sudah diangkut kurang lebih satu ton, kemungkinan di bawah masih ada sekitar satu ton lagi,” ujar Nia saat ditemui di tepi Sungai Citepus, Jumat (25/9).
Pembersihan dilakukan melalui kolaborasi petugas gober Kelurahan Pelindung Hewan dengan DSDABM Kota Bandung. Sebanyak 10 petugas gober diterjunkan, sementara DSDABM mengerahkan sekitar 15 hingga 20 personel.
Menurut Nia, penumpukan sampah di lokasi tersebut bukan kali pertama terjadi. Pembersihan Sungai Citepus secara rutin dilakukan sekitar tiga hingga empat kali dalam setahun, tergantung kondisi dan volume sampah yang ditemukan.
Namun, kondisi kemarau membuat persoalan semakin terlihat. Minimnya debit air menyebabkan sampah yang sebelumnya terbawa arus justru tertahan dan menumpuk di sejumlah titik.
“Kalau musim hujan, sampah lumayan sedikit karena terbawa arus. Sekarang karena musim kemarau, sampah tidak terbawa aliran air sehingga menumpuk di sini. Tumpukannya bisa beberapa kali lipat lebih banyak,” katanya.
Jenis sampah yang ditemukan juga beragam. Selain botol dan gelas plastik, petugas menemukan berbagai sampah berukuran besar seperti kasur, kursi, televisi hingga bagian kulkas.
Nia menduga bau menyengat yang muncul di sekitar lokasi berasal dari sampah yang telah menumpuk selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Ia memastikan lokasi tersebut tidak berada di jalur yang dilalui kawasan industri atau pabrik.
Baca Juga:Chemistry Jonas Rivanno dan Adinda Azani di Cinta Seluas Samudra, Bermula dari Candaan hingga Jadi PasanganIMarugame Udon Kaliurang Gunakan CNG, Gagas Perkuat Layanan Energi untuk Pelanggan Usaha
“Kalau ini sepertinya dari sampah. Kalau dari pabrik, di sini tidak ada yang dilalui pabrik. Ini sampah yang sudah menumpuk beberapa minggu bahkan beberapa bulan,” ucapnya.
