Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung Menggelar Acara Icip-Icip Produk Serba Lokal (Serlok)

Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung Menggelar Acara Icip-Icip Produk Serba Lokal (Serlok)
Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung Menggelar Acara Icip-Icip Produk Serba Lokal (Serlok) (Dok. Istimewa)
0 Komentar

Atet menambahkan, Serlok ini merupakan media untuk para pelaku usaha mikro di Kota Bandung untuk melaksanakan ketentuan peraturan pemerintah nomor 7 tahun 2021.

“Sesuai Peraturan Pemerintah No 7 tahun 2021, bahwa 40 persen belanja APBD/APBN itu diperuntukan untuk koperasi usaha mikro kecil ini merupakan salah satu implementasi kita,” tambahnya.

Selain diwajibkan untuk Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kota Bandung dan himbauan kepada Aparatur Sipil Negara, Program Belanja Serlok ini juga menjadi salah satu bentuk kampanye kepada seluruh masyarakat Kota Bandung agar mengutamakan dan berbelanja produk lokal baik melalui toko daring yang dapat diakses pada aplikasi Salapak e-commerce ataupun toko luring di Galery Salapak Mikroshop, Galery Patrakomala, Pojok UMKM Mall Pelayanan Publik dan Koperasi pegawai Kota Bandung (KPKB).

Baca Juga:P3K di Ciamis Sumringah, Kontrak Kerjanya Diperpanjang 5 TahunLonjakan Kasus Covid-19 Jelang Nataru di Kota Bandung, Pemkot: Tingkatkan Kewaspadaan

Atet sempat mengenalkan Salapak E-Commerce sebagai media transaksi produk serlok. “Untuk proses transaksi kita menyiapkan salapak e-commerce jadi OPD dan ASN termudahkan,” katanya.

Dalam program icip-icip serlok ini Diskop UKM menghadirkan jajaran dari kewilayahan. “Kami menghadirkan jajaran dari kewilayahan jadi saat ada produk unggulan di wilayahnya bisa diajukan ke bu kabid,” ujar Atet.

Dalam kesempatan yang sama, Asisten Daerah (Asda) 2 Perekonomian dan Pembangunan Kota Bandung, Erick M Ataurik turut hadir dalam program icip-icip serlok ini.

“Program serlok singkatan dari serba lokal, sebelum launching, hari ini mau tes market dulu,” kata Erick.

Erick mengatakan, rencananya akan dilaksanakan bulan Januari 2024. “Rencana launching diperkirakan Januari 2024, minimal sudah running,” ujarnya.

Dengan kepedulian dan keberpihakan seluruh pihak terhadap pembelian dan penggunaan produk usaha mikro dan koperasi, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan

“Mari sukseskan program Serlok dengan “Kawal Produk Lokal, Tembus Pasar Global,” pungkas Atet. (*)

0 Komentar