Pemkab Bandung Belum Maksimal Tangani Sampah, Masih Kesulitan Mengolah Secara Mandiri

JABAR EKSPRES – Persoalan sampah menjadi tugas banyak pihak dalam penyelesaiannya, baik pemerintah hingga setiap lapisan elemen masyarakat.

Ketua Fraksi Komisi C DPRD Kabupaten Bandung, Toni Permana mangatakan, saat ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung masih kesulitan mengolah sampah secara mandiri.

“Bahkan penumpukan setiap pekan kerap terkendala pembuangannya, karena Tempat Penampungan Akhir Sampah (TPAS) Sarimukti (di Kabupaten Bandung Barat) sudah dibatasi (kuota ritasenya),” kata Toni, Senin (18/12).

Diketahui, dalam menyoroti persoalan sampah, kepedulian lingkungan menjadi modal utama agar pengelolaan bisa diatasi dari level rumah tangga hingga kewilayahan kabupaten/kota.

Toni menilai, dalam upaya mengatasi timbulan sampah agar tak terlalu menggunung, perlu dilakukan inovasi atau langkah kemajuan.

BACA JUGA: Jalan Cibiru-Cileunyi Kerap Disebut Jalur Neraka, Ada Solusi Tapi Masih Wacana

“Terkait sampah harus ada keseriusan untuk mencari formula, karena sampah ini kalau solusinya sebatas dibuang akan menimbulkan masalah baru, butuh lahan luas dan butuh TPA yang representatif,” bebernya.

Toni mengakui, beberapa program Pemkab masih belum maksimal, mengingat masa jabatan Bupati Bandung, Dadang Supriatna yang harusnya 5 tahun akan berakhir di tahun ke-4, yang saat ini baru dijabatani selama 3 tahun.

Legislator dari Fraksi Nasdem itu menyoroti penanganan sampah, pasalnya belum lama ini, Kabupaten Bandung dianugerahi penghargaan tingkat nasional, sebagai daerah yang sehat dengan predikat tinggi 2023.

Melalui informasi yang dihimpun Jabar Ekspres, Kabupaten Bandung meraih Wistara sebagai predikat tertinggi Swasti Saba atau Kabupaten/Kota Sehat di tahun 2023.

Anugerah Swasti Saba merupakan penghargaan dari pemerintah ke para pemimpin daerah yang mampu menciptakan kabupaten atau kota yang bersih dan sehat.

Kendati demikian, Toni menilai bahwa DLH Kabupaten Bandung terkesan abai terhadap pengelolaan mandiri, alias sebagai Kabupaten Sehat upaya yang dilakukan sebatas mengirim sampah ke TPAS Sarimukti.

“Artinya harus ada opsi dan alternatif lain mengenai persoalan sampah ini, harus dipikirkan secara serius terkait pengelolaan sampah di luar solusi sampah yang dibuang ke TPA,” ujarnya.

Toni menerangkan, walaupun penanganan sampah sudah dilakukan DLH Kabupaten Bandung, tapi upaya tersebut dinilai masih kurang maksimal.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan